PadangTIME – Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padang terpilih menjadi finalis atau kandidat pemenang Top Digital Awards 2020 yang digelar oleh majalah IT Work.

Diskominfo Padang ditetapkan sebagai salah satu finalis yang terpilih dari 800 kandidat perusahaan dan instansi pemerintah di seluruh Indonesia. Dinas tersebut dinilai terbaik dalam hal implementasi dan pemanfaatan teknologi digital.

“Betul, kita salah satu kandidat pemenang Top Digital Awards 2020, hari ini kita masuk tahap presentasi dan wawancara di depan juri,” kata Kepala Dinas Kominfo Padang, Rudy Rinaldy di Padang, Kamis.

Presentasi dan wawancara penjurian dilakukan secara virtual. Kadiskominfo beserta jajaran kerja menyampaikan inovasi unggulan yang telah dilakukan selama ini. Termasuk inovasi yang dilakukan selama pandemi COVID-19. Presentasi dilakukan di depan tiga juri.

Ketiga juri penilai yakni Melani Harriman, Hidayat Tjokrodjojo, serta Deriz Syarief. Penilaian atau penjurian secara virtual ini dimoderatori Teguh Imam dan diikuti perwakilan dari majalah IT Work, Hasna.

Dalam presentasinya, Rudy Rinaldy menyampaikan inovasi teranyar yang dilakukan. Dua inovasi yang dilakukan dimasa pandemi yakni program GEBUnet serta FreeNet.

Kedua program ini adalah pemasangan jaringan internet di tempat ibadah, seperti masjid dan mushala. Serta pemasangan jaringan internet di kantor kecamatan serta kelurahan di Padang.

“Program GEBUnet dan FreeNet ini memantik serta mendapat perhatian dari masyarakat. Karena internet sangat dibutuhkan di semua tempat untuk belajar daring dan meningkatkan perekonomian warga,” kata Rudy.

Dicetuskannya kedua inovasi atau program itu akhirnya menjawab kebutuhan masyarakat akan internet pada masa pandemi ini. Kota Padang merupakan satu-satunya daerah di Sumatera Barat yang tanggap dan peduli dengan keluhan masyarakat selama pandemi COVID-19.

“Meski kita di Dinas Kominfo tidak mendapat kucuran dana cukup selama 2020 ini, namun kita maksimalkan pemasangan jaringan internet lewat dana yang ada untuk kebutuhan digital Kota Padang,” ujarnya.

Menurut Kadiskominfo, program FreeNET dan GEBUnet merupakan program yang paling dibanggakan dan dapat direplikasi oleh daerah lain. Program ini sudah berjalan di sejumlah tempat ibadah di Padang.

Selain itu, Rudy juga memaparkan pemanfaatan internet di kantor kelurahan dan kecamatan oleh masyarakat. Termasuk perluasan jaringan internet di kantor kecamatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar.

Program teranyar lainnya yang digagas Diskominfo Padang yakni aplikasi e-payment. Aplikasi ini digunakan oleh provider pemilik tower saat membayar retribusi. Provider tidak lagi membayar secara manual dan bertatap muka di bank, akan tetapi sudah by system atau secara virtual saja.

Rudy juga memaparkan aplikasi lain seperti ‘Padang Dalam Genggaman’, ‘Sapo Rancak’, ‘Ayo Ceting’, website corona yang dikelola Diskominfo Padang, ruang Padang Command Center (PCC) dan Media Center (MC), serta aplikasi e-kelurahan.

“Semua orang dimanjakan dengan aplikasi, dan kita harapkan dapat mengubah perilaku warga untuk melek teknologi informasi,” sebutnya.

Paparan di ruang PCC milik Diskominfo itu dihadiri seluruh pejabat struktural dan staff. Seperti Sekretaris Dinas Kominfo Tarmiz Ismail, Kabid Sistem Informasi Windra Deddy, Kabid IKPSP Marwansyah, Plt Kabid Informasi dan TI Stevie Yudhistira, Kasi IKP Charlie Ch. Legi, Kasi Operasional dan Kerjasama SI Robby Amilario, dan lainnya.

Paparan Kadiskominfo Padang selama 20 menit itu mendapat respon positif dari ketiga juri. Di sesi tanya jawab, juri antusias menanyakan teknis seluruh inovasi yang dilakukan Diskominfo Padang.

Kota Padang berhasil masuk sebagai finalis Top Digital Awards 2020 berdasarkan rekomendasi dari para pakar IT, Telco, Teknologi Digital serta tim penilai. Acara puncak penentuan pemenang dan penyerahan penghargaan dilakukan pada 3 Desember 2020.

Balang

LEAVE A REPLY

16 + = 17