ads

PadangTIME.com | Peragaan manasik haji yang dilakukan peserta didik Taman Kanak-Kanak (TK) merupakan momentum yang tepat untuk menanamkan pendidikan karakter pada anak sejak dini.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Agam, Drs Isra, MPd Dt Bandaro saat membuka Peragaan Manasik Haji Murid TK se-Kecamatan Sungai Pua, Selasa (27/9).

Melalui pembiasaan melakukan peragaan rangkaian ibadah haji akan membuat anak-anak termotivasi melakukannya dan ingat sampai mereka tumbuh dewasa.

“Kami meyakini peragaan manasik haji pada murid TK ini merupakan momentum yang baik untuk menanamkan pendidikan karakter mereka sejak belia,” katanya.

Ibarat pepatah imbuhnya, belajar di waktu kecil ibarat melukis di atas batu, belajar setelah dewasa, ibarat melukis di atas air.

“Artinya jika belajar sejak kecil akan membekas pada diri anak sampai mereka dewasa. Sebaliknya, apabila mereka belajar setelah dewasa, maka yang dipelajari mudah lupa dan tidak bertahan lama dalam diri individu masing-masing,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan, pendidikan anak sejak dini penting dilakukan dalam rangka menciptakan generasi emas masa depan. Menurutnya, anak-anak harus dibekali pendidikan karakter sejak dini, seperti nilai-nilai agama, adat-istiadat dan kepemimpinan.

“Setelah dewasa nanti, mereka tentu akan menjadi pemimpin di negeri ini, minimal memimpin diri sendiri. Oleh sebab itu, harus kita bimbing dan bekali mereka dengan nilai Islami, adat Minangkabau yang ada di nagari masing-masing,” terang Isra.

Alasan itu pula, pihaknya mengajak orang tua dan masyarakat agar selalu berupaya menyekolahkan anak-anaknya mulai dari PAUD sampai perguruan Tinggi.

“Kepasa masyarakat kami mengharapkan dukungan untuk keberhasilan anak kemenakan kita menggapai cita-cita mereka,” ajaknya.

Pada peragaan manasik haji yang digelar Lapangan Nagari Sungaipua itu, sebagai bukti dukungan dan motivasi pada anak anak, Kadisdikbud memberikan hadiah bagi mereka yang tampil menunjukkan kemampuannya, seperti membaca kalam illahi, adzan, imam shalat, serta pembaca saritilawah. (pt/rh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini