Dinkes Pessel Maksimalkan Peran Puskesmas Melalui Penyuluhan Pemicuan 5 Pilar STBM Stop BABS

0
226

PadangTIME.com | Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), malalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Lumpo, Kecamatan IV Jurai, melakukan pendekatan partisipatif, dengan cara mengajak masyarakat untuk menganalisa kondisi sanitasi mereka melalui suatu proses pemicuan.

Melalui upaya itu, sehingga masyarakat dapat berpikir dan mengambil tindakan untuk meninggalkan kebiasaan buang air besar mereka yang masih di tempat terbuka dan juga di sembarang tempat.

Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Pessel, Syahrizal Antoni, Rabu (19/10) terkait upaya yang sudah dilakukan jajarannya di UPT Puskesmas Lumpo, Kecamatan IV Jurai, dalam meningkatkan Pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), agar daerah itu benar-benar terbebas dari Stop BABS.

Dia berharap kegiatan yang digelar bisa meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap arti penting hidup sehat.

“Sebab pendekatan yang dilakukan dalam STBM ini adalah menimbulkan rasa malu kepada masyarakat tentang kondisi lingkungannya yang buruk. Sehingga bisa menimbulkan kesadaran akan kondisi yang sangat tidak bersih dan tidak nyaman sebagaimana dirasakan sebelumnya. Dari pendekatan ini juga akan muncul kesadaran bahwa sanitasi adalah masalah bersama,” ucapnya.

Dia menerangkan bahwa STBM 5 pilar yang ingin dicapai melalui kegiatan itu diantaranya, stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengamanan sampah rumah tangga, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.

“Dari pantauan lapangan, terlihat masyarakat terlihat antusias melakukan kegiatan simulasi pemicuan STBM 5 pilar tersebut. Makanya saya memberikan apresiasi kepada UPT Puskesmas Lumpo Kecamatan IV Jurai,” ungkapnya.

“Saya katakan demikian, karena beberapa masyarakat tersebut masih membuang limbah cair rumah tangga di tempat terbuka seperti ke sungai. Dari upaya yang dilakukan, masyarakat  belum mengelola limbah rumah tangga dengan baik,” ujarnya.

Semua yang hadir dalam acara bersedia menerapkan progam STBM 5 pilar.

Pemicu 5 pilar STBM diikuti oleh petugas Promkes, Kurniawan Okta Satria, bidan Desa, Neci Yulia Putri, serta juga kader desa.

Di akhir kegiatan, 20 warga berencana akan melakukan perubahan prilaku hidup sehat melalui 5 pilar STBM dalam waktu dekat.

“Terkait hal itu, Sanitarian Puskesmas Lumpo akan mendampingi monitoring kembali terkait perubahan prilaku tersebut nantinya di lapangan,” timpalnya mengakhiri. (pt)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini