Dinas Pertanian Berikan Pelayanan Pengobatan Hewan, Mewaspadai Penyakit Feline Panleukopenia Pada Kucing Piaraan

0
727

PadangTIME – Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan, melalui Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner ingatkan masyarakat yang memelihara hewan jenis kucing, agar mewaspadai penyakit Feline Panleukopenia.

bebi

Hal itu disampaikan sebab penyakit yang sangat menular itu, dapat membunuh kucing yang terinfeksi.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Pessel, Madrianto, melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan, Linda Mustika Rini, kepada pesisirselatan.go.id, Selasa (25/1) di Painan.

Disampaikannya bahwa pelayanan pengobatan terhadap berbagai jenis hewan piaraan, termasuk kucing akan dilakukan oleh petugas Kesehatan Hewan (Keswan) di daerah itu guna memberikan jaminan terhadap kesehatan hewan tersebut.

“Upaya itu juga telah dilakukan petugas Medik veteriner di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Terpadu Painan sejak beberapa pekan terakhir,” katanya.

Dijelaskannya bahwa tindakan pengobatan terhadap hewan peliharaan masyarakat itu disesuaikan dengan gejala.

Panleukopenia (FPV) adalah infeksi virus yang menyerang kucing, baik kucing liar maupun peliharaan.

Penyakit ini disebabkan oleh parvovirus kucing yang merupakan kerabat dekat parvovirus anjing tipe 2 dan enteritis cerpelai.

“Penyakit ini sangat menular dan dapat membunuh kucing yang terinfeksi. Nama “panleukopenia” mengacu pada rendahnya jumlah sel darah putih (leukosit) pada kucing yang terserang penyakit ini,” katanya.

Dijelaskan lagi bahwa seekor kucing dapat tertular panleukopenia jika berhubungan dengan cairan tubuh atau tinja kucing yang tertular.

Sedangkan objek-objek lain yang dapat membawa virus panleukopenia adalah kutu, bahkan juga dapat disebarkan oleh selimut, piring, atau pakaian dan sepatu orang yang pernah bersentuhan dengan kucing yang terinfeksi.

Seperti parvovirus-parvovirus lainnya, virus panleukopenia kucing dapat bertahan selama lebih dari satu tahun di lingkungan yang tepat.

“Beruntungnya, penyakit ini tidak dapat menulari manusia,” jelasnya.

Virus panleukopenia kucing menyerang saluran pencernaan kucing dan memicu ulkus peptikum. Akibatnya, terjadi diare yang berdarah, dehidrasi, malnutrisi, anemia, dan bahkan kematian. Jumlah sel darah putih juga berkurang, sehingga sistem kekebalan tubuh melemah.

Selain itu, jumlah hematokrit dan platelet turut berkurang. Gejala-gejala lain meliputi depresi, rasa lesu, hilangnya nafsu makan, demam, muntah, kulit tidak lagi elastis akibat dehidrasi, dan perilaku menggigit ekor, punggung belakang, dan kaki belakang sendiri.

Sebagian besar kucing yang terinfeksi mati karena dehidrasi yang disebabkan oleh diare atau infeksi sekunder yang dipicu oleh kelemahan sistem kekebalan tubuh.

“Dari itu perlu diingatkan agar kucing yang sehat sebaiknya diberi vaksin panleukopenia. Termasuk kucing rumahan karena virus ini dapat bertahan lama dan disebarkan lewat benda-benda. Dengan diagnosa yang tepat dan tindakan pengobatan yang cepat dan tepat, maka hewan akan dapat disembuhkan,” tutupnya. (PT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini