Dinas Kehutanan Sumbar dan Pemkab Pesisir Selatan Kaji Penyebab Banjir Di Kambang

283
PadangTIME – Dinas Kehutanan  Provinsi Sumatera Barat bersama sejumlah pejabat di Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan serta Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) turun ke Kambang, Kecamatan Lengayang, Kamis (5/11) guna menelusuri  penyebab banjir yang terjadi akibat meluapnya Batang Kambang.
“Kami bersama Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menelusuri  hulu sungai Batang Kambang serta hutan yang gundul akibat pembukaan areal berladang,”  kata Kepala Dinas Kehutanan Sumatera Barat, Yozarwardi Usama Putra di Nagari Kambang Utara, Kecamatan Lengayang, Kamis (5/11).
Dikatakan, kunjungan ini dimaksudkan untuk  mengetahui beberapa hal yang menyebabkan banjir yang terjadi beberapa waktu lalu di Kambang.
Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan ada beberapa solusi  yang harus dilakukan pihaknya bersama Pemkab Pesisir Selatan dan juga Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat.
Diantaranya, permasalahan pembukaan areal berladang terutama yang berada di kawasan hutan, katanya, akan ditempuh dua opsi yakni penegakan hukum dan pola kerjasama dengan masyarakat.
“Jika para peladang membuka diri, maka akan diterapkan pola kerjasama sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Perhutanan Sosial, namun jika tidak, maka penegakan hukum akan dilakukan,” ungkapnya.
Pada pola kerjasama akan ada pendampingan yang komprehensif, sehingga hutan tetap lestari ditengah aktivitas berladang, katanya.
Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional III Pesisir Selatan, Laskar Jaya Permana menyebutkan, khusus di Kecamatan Lengayang selain adanya warga yang berladang di dalam taman nasional juga terdapat aktiviitas ilegal logging.
“Terkait hal itu kami terus melakukan sosialisasi akan pentingnya menjaga kawasan hutan serta sanksi bagi masyarakat yang melakukan pengrusakan, selanjutnya kami juga melaksanakan patroli rutin,” sebutnya.
Sementara itu, Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Pemkab Pesisir Selatan, Mimi Riarti Zainul menyebutkan, banjir yang terjadi akibat meluapnya sungai Batang Kambang berdampak terhadap 3.988 kepala keluarga serta menyebabkan 55 unit rumah rusak parah di Kecamatan Lengayang.
“Dengan adanya kegiatan ini kami berharap ditemukannya jalan keluar yang baik, yang tidak memberatkan masyarakat namun disatu sisi mampu meminimalkan terjadinya banjir,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu juga hadir sejumlah pejabat di Pemkab Pesisir Selatan diantaranya Kepala Bapedalitbang, Yozki Wandri, Kepala Dinas PSDA, Doni Gusrizal, Kepala BPBD, Herman Budiarto serta Kepala KPHP Pesisir Selatan, Madrianto. (nz )
Balang

LEAVE A REPLY

9 + 1 =