Bupati Pessel Hendrajoni Resmikan gedung Puskesmas Barung Barung Belantai

3244

PadangTIME.com – Pesisir Selatan–Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Hendrajoni meresmikan gedung baru rawatan dan lounching Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas se Pessel, Senin (3/2).

Kegiatan yang dipusatkan di Puskesmas Barung Barung Belantai Kecakatan Koto XI Tarusan itu, juga sekaligus pencanangan deklarasi stop Buang Air Besar (BAB) sembarangan di Nagari Naggalo dan Nagari Sungai Pinang.

Tiga kegiatan yang dikemas secara bersmaan itu, juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Pessel, Satria Wibawa, Camat Koto XI Tarusan, Deni Anggara, dan para wali nagari.

Bupati Pessel, Hendrajoni dalam sambutanya mengatakan bahwa daerah akan terus merupaya memberikan pelayanan kesehatan yang baik dan maksimal kepada masyarakat.

“Karena tujuan itu, sehingga selain meningkatkan kemampuan pelayan tenaga medis, berbagai sarana dan prasarana penujuang juga mendapat perhatian. Ini dilakukan pada semua puskesmas yang ada di Pessel, termasuk juga di Puskesmas Barung Barung Belantai ini,” katanya.

Dia menegaskan bahwa dokter, bidan dan perawat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat harus bersikap ramah dan santun.

“Selain ramah dan santun, petugas juga dilarang menolak pasien ketika datang untuk berobat. Apa lagi karena alasan tidak memiliki uang. Bila itu terjadi, segera laporkan kepada saya. Sebab saya tidak ingin ada masyarakat yang ditolak mendapatkan pelayanan karena alasan tidak memiliki uang,” tegasnya.

Ditambahkanya bahwa kualitas kesehatan masyarakat akan semakin membaik bila kesadaran hidup bersih telah tertanam pada semua individu yang ada.

“Sebab bila kita hidup bersih, maka akan jauh terhindar dari berbagai penyakit, terutama sekali penyakit menular. Berdasarkan hal itu, maka saya sangat mengapresiasi deklarasi stop BAB sembarangan, sebagaimana oleh Nagari Naggalo dan Nagari Sungai Pinang ini,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Pessel, Satria Wibawah menjelaskan bahwa pihaknya mentargetkan semua puskesmas di daerah itu menjadi rawat inap.

“Karena target itu, sehingga berbagai sarana dan prasarana penunjang medis akan terus ditingkatkan pada puskesmas-puskesmas yang belum meningkat statusnya dari rawat jalan menjadi rawat inap,” ujarnya.

Dia menambahkan daerah itu memang mentargetkan pada tahun 2021 nanti, semua Puskesmas telah menjadi rawat inap.

“Bardasarkan hal itu, maka saya berharap mendapat dukungan dari semua pihak agar terget itu bisa benar-benar terwujud,” timpalnya. (red)

Balang

LEAVE A REPLY