Assoc. Prof. Dr. Asniati, SE, MBA, Ak, CA, CSRA, Ketua Tim Pengabdi Program Berkelanjutan Membantu Nagari Membangun tahun 2022
ads

Oleh: Asniati Bahari

PadangTIME.com | Universitas Andalas dalam mewujudkan Nagari Tageh di Sumatera Barat,  merancang   Program Berkelanjutan untuk Membantu Nagari Membangun.

Fokus kegiatan ini meliputi berbagai aspek antara lain, pendidikan dan pelatihan, penyuluhan dan penanggulangan kemiskinan, kesehatan, budaya, pemuda, w

Dr. Helmizar, SKM, M.Biomed, Nara Sumber sekaligus Tim Peneliti Program Matching Fund Kedaireka tahun 2022: Produk olahan Dadiah pencegah Stunting

anita dan anak2. Semua kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menciptakan Nagari Tageh di Sumatera Barat. Untuk itu, tim pelaksana Nagari

Membangun Kenagarian Kamang Mudik, yang diketua oleh Dr. Asniati, SE, MBA, Ak, CA, CSRA serta beranggotakan Jefril Rahmadoni, S.Kom, Dr. Khairil Anwar, M.Si, dan Devi Yulia Rahmi, S.E., M.Sc., M.Kom telah melaksanakan dan merencanakan beberapa rangkaian kegiatan dalam rangka peningkatan kemahiran penduduk di Nagari Kamang Mudiak.

Dalam rangka penanggulanagn kemiskinan dan peningkatan taraf hidup masyarakat, tim pengabdi telah melakukan serangkaian kegiatan sejak tahun 2020 seperti pelatihan dasar membatik, membuat biogas dari kotoran sapi, digital marketing untuk pemasaran produk UMKM Kamang Mudiak.

Untuk membantu manajemen pemerintahan Nagari, telah diimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Nagari yang memungkinkan pelaksanaan pemerintahan secara digital.

Untuk pelaksanaan pengabdian dalam rangka pelaksanaan Program Nagari Membangun tahun 2022 ini telah dirancang beberapa kegiatan di Kamang Mudiak, antara lain, program sosialisasi pencegahan stunting, melanjutkan implementasi SIMNag dengan surat elektronik, pengarsipan secara digital, dan mengaktifkan menu Tageh Wisata Nagari Kamang Mudiak, dan juga evaluasi pelaksanaan pengendalian Internal Sistem Informasi Akuntansi di Kantor Wali Nagari Kamang Mudiak.

Program sosialisasi pencegahan stunting di Nagari Kamang Mudiak telah dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2022, bertempat di Aula Sekolah Dasar Negeri Durian, Kamang Mudiak.

Kegiatan ini lebih ditujukan untuk menambah pengetahuan ibu2 hamil dan menyusui tentang makanan terbaik untuk mencegah stunting. Kegiatan ini diikuti oleh 70 orang peserta yang terdiri dari Ibu hamil, Ibu menyusui dan tim penggerak PKK di Kenagarian Kamang Mudiak.

Acara terselenggara dengan baik di bawah koordinasi Ibu Dra. Nini Sunarti, Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang juga sekaligus adalah Ketua Tim Penggerak PKK di Kenagarian Kamang Mudiak.

Acara dibuka oleh Bapak Drs. H. Edison Datuak Ampanjang selaku Wali Nagari Kamang mudiak. Dalam sambutan pembukaan acara, beliau mengucapkan terimakasih banyak atas inisiatif dari Tim Pengabdi Unand untuk melaksanakan acara ini. Kegiatan ini akan sangat membantu dalam menurunkan kasus stunting di Nagari Kamang Mudiak.

Beliau juga sangat bersyukur karena Universitas Andalas telah mengabdi melalui program Nagari Membangun sejak tahun 2020 yang lalu.

Harapan beliau adalah agar Universitas Andalas akan selalu menjadi pendamping dan tim pengabdi tetap menjadi pelopor dalam membangun Nagari Kamang Mudiak untuk kesejahteraan masyarakat Nagari Kamang Mudiak dan untuk kemajuan Nagari Kamang Mudiak ke depannya.

Nara Sumber utama pada kegiatan sosialisasi adalah Dr. Helmizar, SKM, M.Biomed. Beliau merupakan Ketua Peneliti Program Matching Fund Kedaireka tahun 2022 pada Universitas Andalas dengan judul penelitian adalah “Pengembangan Mini Plant Pangan Lokal Dadih Menjadi Aneka Olahan Makanan Fungsional untuk Mendukung Pencegahan Stunting Nasional”. Pelaksanaan penelitian ini telah menghasilkan aneka produk makanan fungsional dan olahan dadih dalam rangka pencegahan stunting.

Program ini bertujuan untuk membantu menekan angka stunting nasional, khususnya untuk daerah Provinsi Sumatera Barat dan sekitarnya dengan memproduksi makanan bergizi tinggi sebagai suplementasi.

Menurut Dr. Helmizar, stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas.

Penyebab stunting akan selalu dikaitkan dengan kekurangan gizi kronis pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Namun sebenarnya ancaman stunting sudah dimulai ketika seorang remaja putri yang kemudian menjadi ibu mengalami kekurangan gizi lantas menderita anemia berkepanjangan.

Kondisi ini bisa memburuk ketika pola makan anaknya begitu buruk dan ketika sanitasi dan kebersihan tidak memadai. Cara Mencegah Stunting pada Anak dapat dilakukan sejak awal kehamilan sampai anak berusia dua tahun.

Periode ini merupakan periode kritis terjadinya gangguan pertumbuhan, termasuk perawakan pendek atau stunting ini. Karena itulah, pencegahan stunting harus dilakukan pada periode 1.000 hari pertama kehidupan ini.

Dalam kesempatan itu, Dr. Helmizar dan tim memperkenalkan produk makanan untuk mencegah stunting berupa produk roti, pudding dan biscuit berbahan dasar dadiah.

Tim Peneliti Program Matching Fund Kedaireka tahun 2022 tersebut sekaligus membawa produk yang sudah dihasilkan pada miniplant Unversitas Andalas.

Diharapkan produk hasil olahan dadih tersebut dapat dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui serta anak di bawah usia 2 tahun sehingga dapat mencegah terjadinya stunting di Sumatera Barat.

Diet produk pangan fungsional berkaitan erat dengan peran fisiologis tubuh dalam mencegah, mengendalikan penyakit dan tumbuh kembang anak. Pangan fungsional mengandung bahan aktif yang dapat berperan dalam pengendalian stunting.

Menurut beliau, Sumatera Barat memiliki makanan fungsional yang khas seperti Dadiah. Dadiah banyak ditemukan di Bukitinggi, Padang Panjang, Solok, Lima Puluh Kota dan Tanah Datar.

Pada awalnya dadiah umumnya dikonsumsi sebagai lauk, namun sekarang dadiah dapat diolah lebih lanjut menjadi aneka produk olahan pangan fungsional.

Aneka olahan dadiah menjadi tepung dadih, pudding dadih, vla dadih telah dilakukan inovasi untuk mengatasi stunting ini.

Ikut  hadir anggota Tim Peneliti Program Matching Fund Kedaireka tahun 2022 yakni Bapak Dr.Syahrial,SKM,M.Biomed, Dr.Montesqrit,SPt,MSi dan juga 6 orang mahasiswa yang terlibat dalam program MBKM Universitas Andalas.

Keberlanjutan dari kegiatan ini nantinya sangat diharapakan berupa pelatihan bagi kader atau PKK Nagari berupa pengolahan dadiah menjadi menjadi produk makanan tambahan untuk pencegahan stunting.

Di samping itu juga diharapakan adanya komitmen Nagari Kamang Mudiak untuk memasukkan pengadaan produk berbasis dadiah utk pencegahan stunting pada anggaran Nagari Kamang Mudiak tahun depan.

Semoga dengan adanya kegitan ini dapat membantu mengurangi angka stunting di Sumatera Barat, khususnya di Nagari Kamang Mudiak, Kabupaten Agam. Aamin Ya Rabbal Alamin.
(PT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini