AYO MEMBACA !!

BERITA TERBARU

Cap Go Meh : Tradisi Kuno Pemersatu Etnis Tionghoa Di Padang

 Nama    : Merdeka Anatasia Ramli
No Bp    : 2310511009
Jurusan : Departemen Ekonomi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Andalas
PADANGTIME.COM | Istilah Cap Go Meh berasal dari bahasa Hokkien, Chap Go Meh (十五冥) yang berarti malam kelima belas. Cap Go Meh adalah akhir dari rangkaian perayaan tahun baru Imlek yang dilakukan tiap tanggal 15 pada bulan pertama penanggalan Tionghoa atau 2 minggu setelah Tahun Baru Imlek.
Istilah cap go meh biasanya di gunakan oleh negara Indonesia
dan Malaysia . Namun di beberapa tempat, cap go meh biasanya di sebut Festival Yuan
Xiao dan Festival Lampion.
Pada hari perayaan Cap Go Meh, masyarakat Tionghoa biasanya mengadakan pawai di jalan-jalan dengan diiringi pertunjukan Barongsai yang dimulai dari klenteng , pesta kembang api, pertunjukan tarian naga, dan berbagai jenis makanan tradisional. Selain itu , masyarakat Tionghoa juga membuat lampion untuk di pasang di jalan jalan utama di adakannya pawai.
Cap Go Meh juga dikenal sebagai upacara pawai menggotong joli toapekong untuk diarak keluar dari klenteng.
Dalam setiap perayaan Cap Go Meh di Padang juga akan menampilkan beragam atraksi khas masyarakat Tiongkok Padang mulai dari Tari Singa (Barongsai), Tari Naga (Liang Liong), Arak-Arakan Kio, dan Pawai Sipasan. Dalam perkembangannya tradisi Cap Go Meh menjadi daya tarik wisata yang khas di Kawasan Kota Tua Padang.
Tradisi Cap Go Meh di Padang, Sumatera Barat yang paling meriah yang pernah dilakukan adalah Arak-arakan Sipasan di Padang.
Pada tahun 2013, tradisi tersebut pernah memecahkan rekor dunia. Arak-arakan Sipasan sepanjang
243 meter yang pawai sejauh 1,9 km dari Jembatan Siti Nurbaya hingga Hotel Axana ini berhasil meraih Guinness World Record.
Sipasan’ HTT Padang berhasil mengalahkan ‘Sipasan’ Kinmen County, Taiwan yang meraih Guinness World Records pada 14 Mei 2013. Arak-arakan Sipasan Taiwan yang membawa 223 anak ini memiliki panjang 168 meter, dipikul oleh 1.440 orang dan diarak selama 3 jam sejauh 1,68 km.
Selain itu, Pada Festival Cap Go Meh biasanya di laksanakan Bazar untuk memeriahkan festival ini.
Bazar yang dilaksanakan Himpunan Bersatu Teguh (HBT) Padang bertujuan untuk menguatkan rasa persatuan dan kesatuan di tengah kehidupan masyarakat Kota Padang dengan harapan Bazar ini dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat Kota Padang.
Selain adanya Bazaar, Ada berbagai acara yang akan digelar diantaranya lomba fashion, lomba pakaian pesta anak, lomba mewarnai, lomba tari minang kreasi, lomba karaoke, lomba fashion kids, lomba cerdas cermat. Bazar ini akan ditutup dengan Festival Cap Go Meh. (*)