BPS: Penduduk Kemiskin terus berkurang dalam 12 tahun terakhir di Sumbar

88
PadangTIME.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat memaparkan jumlah penduduk miskin di provinsi itu berkurang signifikan dalam 12 tahun terakhir.

“Pada 2007 jumlah penduduk miskin di Sumbar berjumlah 529,2 ribu orang turun menjadi 343,09 ribu orang atau 6,29 persen,” kata Kepala BPS Sumbar Pitono di Padang baru-baru ini.

Menurut dia hingga September 2019 dari 33 provinsi di Indonesia yang mengalami penurunan kemiskinan, Sumatera Barat berada pada peringkat sembilan provinsi dengan angka kemiskinan terendah.

SumateraBarat berada di atas Bangka Belitung dengan angka penduduk miskin 4,50 persen atau peringkat empat terendah nasional dan Kepulauan Riau 5,80 persen atau peringkat tujuh terendah nasional.

Berdasarkan tempat tinggal pada periode Maret 2019 hingga September 2019 jumlah penduduk miskin di perkotaan turun 0,77 ribu orang, sementara di perdesaan turun 4,36 ribu orang.

Sementara komoditas yang memberikan sumbangan besar bagi garis kemiskinan di Sumbar yang terbesar adalah beras 21,47 persen di perkotaan dan 25,62 persen di perdesaan.

Kemudian rokok 10,30 persen di perkotaan dan 12,96 persen di perdesaan, cabai merah 7,29 persen di perkotaan dan 6,97 persen.

Berikutnya tongkol, tuna dan cakalang, rotidaging ayam ras, gula pasir, bawang merah dan kue kering.

Sementara komoditas nonmakanan yang menjadi penyumbang garis kemiskinan di Sumbar yaitu perumahan, listrik, pendidikan, bensin, dan pakaian jadi anak-anak.

Ia mengemukakan dalam mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar yang memandang kemiskinan sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi, memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.

“Dengan pendekatan ini persentase penduduk miskin dihitung terhadap total penduduk,” kata dia.

Sementara metode yang digunakan menghitung garis kemiskinan terdiri atas dua komponen yaitu garis kemiskinan makanan dan garis kemiskinan nonmakanan.

Garis kemiskinan makanan merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kilo kalori per kapita perhari.

Penduduk miskin adalah yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan, ujarnya.  (PT/Hms Sumbar)

Balang

LEAVE A REPLY