BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Sumbar Berkurang

138
Padang TIME.com-Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Barat mencatat dari tahun 2007 hingga September 2018, tingkat kemiskinan di Sumbar mengalami penurunan. Jumlah penduduk kategori miskin tahun 2007 mencapai 529,2 ribu jiwa dan menjadi 353,24 ribu jiwa tahun 2018.
Kepala BPS Sumbar, Sukardi menyebutkan, jika dibandingkan dengan bulan Sebtember 2017, jumlah penduduk miskin mengalami penurunan  sebanyak 6, 76 ribu orang.
“Secara jumlah maupun persentase terjadi penurunan jumlah penduduk kategori miskin di Sumbar, ini juga tidak terlepas dari program-program pemerintah untuk masyarakat miskin, sebut saja bantuan sosial, beras dan lain sebagainya,” ujar Sukardi kepada sejumlah awak media di Padang.
Menurut Sukardi, penurunan jumlah penduduk miskin yang paling tinggi terjadi di desa, bahkan menurutnya penduduk miskin mengalami peningkatan dari 114, 84 ribu jiwa menjadi 125,28 ribu jiwa.
“Itu data dari bulan Maret ke September, terjadi peningkatan sebanyak  10,74 ribu orang. Sementara di desa terjadi penurunan sebanyak 14,63 ribu jiwa. Total seluruhnya penduduk miskin di pedesaan sebanyak 353,24 ribu jiwa,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan Sukardi, perubahan garis kemiskinan, BPS menghitung garis kemiskinan untuk September 2018 adalah Rp485.633 kapita per bulan.
“Garis kemiskinan merupakan pengeluaran rata-rata per kapita perbulan yang digunakan untuk mengklarifikasi penduduk masuk golongan miskin atau tidak miskin,” ujarnya.
Di sisi lain, ia menyebutkan bahwa garis kemiskinan (GK) dipengaruhi oleh makanan dan non makanan, untuk komuditi makan yang memberikan sumbangan terbesar garis kemiskinan baik diperkotaan maupun pedesaan relatif sama.
“Beras dan rokok kretek memberikan andil yang besar baik di desa maupun di kota. Kemudian untuk kategori non  makanan adalah perumahan,” sebutnya. (PT/ Hms Sumbar)
Balang

LEAVE A REPLY