PadangTIME  – Pemerintah Kota Padang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar kegiatan Pelatihan Jitu Pasna (Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana) Pandemi Covid-19.
Kegiatan yang dilangsungkan di salah satu hotel di Padang selama dua hari, Rabu dan Kamis (4-5/2020) itu, diikuti sebanyak 35 orang peserta terdiri dari perwakilan OPD terkait di lingkup Pemko Padang.
Selain itu juga para Kepala Saksi (Kasi) Kesejahteraan Sosial (Kesos) Kecamatan se-Kota Padang dan personil BPBD Kota Padang.
Plt Wali Kota Padang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Endrizal sewaktu membuka kegiatan menyampaikan, atas nama Pemerintah Kota Padang sangat menyambut baik digelarnya kegiatan pelatihan Jitu Pasna pandemi Covid-19 tersebut.
“Semoga banyak manfaat dan tujuan dihasilkan melalui kegiatan ini. Terutama bagaimana membangkitkan semua sektor yang sempat terganggu akibat pandemi Covid-19,” harapnya.
Barlius memaparkan, pandemi Covid-19 yang mulai mewabah sejak awal 2020 memang telah memukul berbagai sektor perekonomian dan sosial di beberapa negara di dunia termasuk Indonesia.
Dimana sektor pariwisata dan manufaktur merupakan sektor-sektor bisnis yang paling terdampak. Akibatnya, timbul berbagai permasalahan sosial mulai dari pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk sementara waktu, hingga sampai meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak selama pandemi.
“Tak hanya dari segi kesehatan, wabah Covid-19 juga berdampak peda sektor lainnya seperti sektor sosial dan ekonomi. Seperti adanya pernyataan dipaparkan dalam salah satu video yang diunggah di kanal youtube oleh Nas Das Official yang berjudul “Be Careful of The Next 2 Years”. Yaiti pernyataan yang mengungkapkan Covid-19 tak hilang di muka bumi dalam waktu 2 tahun. Dan kita harus siaga dan dapat mengambil sikap dalam menanggulanginya,” ujar Endrizal dalam kegiatan yang tetap mengacu protokol Covid-19 itu.
Endrizal juga menyebut, sejatinya dalam penanganan bencana wabah Covid-19 serta dampaknya di Kota Padang, Pemko Padang sudah membuat beberapa regulasi. Semua sektor diperhatikan, di samping melakukan penanganan terhadap Covid-19 kepentingan dan keberlanjutan kehidupan masyarakay jauh lebih diperhatikan.
“Jadi, sejalan dengan alur komponen Jitu Pasna, ada beberapa komponen yang harus dikaji dengan mendalam dan komprehensif. Yakni kerugian, kehilangan akses, gangguan fungsi dan peningkatan risiko untuk menghasilkan kajian dampak bencana. Baik di bidang ekonomi dan fisikal, sosial budaya dan politik serta pembangunan manusia dan kualitas lingkungan.”
“Selanjutnya akan dilakukan pengkajian kebutuhan pemulihan meliputi penyediaan bantuan, pemulihan proses/fungsi dan pengurangan risiko yang akan menghasilkan penyusunan rencana aksi rehabilitasi rekonstruksi pasca bencana,” papar mantan Kadis Perdagangan tersebut.
Sementara itu Kepala BPBD Kota Padang Barlius menyebutkan, pada 2020 ini kegiatan Jitu Pasna difokuskan pada pelatihan pengkajian kebutuhan pasca bencana non alam yakni pandemi Covid-19. Sasaran utamanya adalah bagaimana normalisasi berjalan secara wajar di berbagai aspek pemerintahan dan kehidupan masyarakat seperti pada kondisi sebelum terjadinya bencana.
“Selain itu juga terkait dalam upaya menumbuh kembangkan kegiatan ekonomi, sosial dan budaya serta tegaknya hukum dan ketertiban. Begitu juga membangkitkan peran serta masyarakat dan seluruh elemen dalam segala aspek kehidupan.
Kita tentu berharap para peserta yang mengikuti pelatihan Jitu Pasna ini mengikuti kegiatan dengan baik dan mengimplementasikan ilmu dan materi dari para narasumber,” tukasnya didampingi Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Syaiful Bahri.
Balang

LEAVE A REPLY

95 − = 91