PadangTIME.com – Bank Negara Indonesia akan melakukan akselerasi bisnis di sektor pertanian untuk mendorong pemulihan ekonomi dalam negeri. Ini dilakukan dengan mempercepat penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) dan memperluas akses pembiayaan pada petani.
Direktur Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) BNI Tambok P. Setyawati mengatakan, tahun ini pihaknya menargetkan lebih dari 225.000 petani yang tersebar di 13 provinsi akan menerima KUR sebesar Rp 6,5 triliun dan pembiayaan diluar KUR sebesar Rp 2,1 triliun.
“Dengan dukungan penyaluran di sektor pertanian dan sinergi antar pemangku kebijakan diharapkan akan mempercepat bisnis sektor pertanian.
Sehingga ini bisa dukung program pemerintah terutama dalam rangka pemulihan ekonomi nasional,” katanya dalam webinar BNI: Percepatan Sektor Ekonomi Pemenang Fase New Normal, Rabu (8/7/2020).
Tambok menyatakan, dari 35,7 juta petani di Indonesia, yang telah terdata di rencana definitif kebutuhan kelompok tani (RDKK) BNI sebanyak 16,9 juta petani. Ini setara dengan mencakup 47 persen dari total petani dalam negeri.
Di sisi lain, terjadi tren pertumbuhan debitur BNI di sektor pertanian, dari semula hanya 970 petani pada 2015 menjadi 150.589 petani pada 2019. Jumlah debitur yang terus meningkat ini di dominasi oleh sektor pangan, yaitu komoditas padi, jagung, dan kedelai “Hal ini menunjukkan jumlah petani yang dapat akses permodalan terus meningkat,” kata Tambok.
Pertanian merupakan sektor pondasi dan produk yang paling dibutuhkan oleh masyarakat, meski dalam kondisi pelemahan ekonomi sekalipun. Oleh sebab itu, Tambok menilai, penting untuk pihaknya terus mendukung peran sektor pertanian pada perekonomian dalam negeri.

Dari 35,7 juta petani di Indonesia, yang telah terdata di rencana definitif kebutuhan kelompok tani (RDKK) BNI sebanyak 16,9 juta petani. Ini setara dengan mencakup 47 persen dari total petani dalam negeri.

Meski demikian, saat ini nilai penyaluran kredit di sektor pertanian BNI masih di dominasi perkebunan kelapa sawit, sebab proses bisnis dan kelembagaannya yang sudah sesuai standar perbankan. Kendati begitu, perseroan tidak menutup kemungkinan menyalurkan pembiayaan kebidang lainnya.

 

Ia mengatakan, pertanian merupakan sektor pondasi dan produk yang paling dibutuhkan oleh masyarakat, meski dalam kondisi pelemahan ekonomi sekalipun.

Oleh sebab itu, Tambok menilai, penting untuk pihaknya terus mendukung peran sektor pertanian pada perekonomian dalam negeri

Tambok memastikan, dalam percepatan penyaluran kredit di sektor pertanian, BNI akan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian. Ini tercermin dari kolektibiltas kredit yang terjaga baik yakni sebesar 99 persen.

“Tentunya ekspansi yang agresif sektor pertanian ini dengan tetap perhatikan prinsip kehatian-hatian,” kata dia.

(PT)
Balang

LEAVE A REPLY