ad
PadangTIME -Blue Origin terus protes terhadap keputusan NASA yang memberi kontrak membangun kendaraan untuk mendaratkan astronaut di Bulan kepada SpaceX.
Kali ini, perusahaan milik Jeff Bezos itu melakukan protes dengan menuangkan kritikan dalam infografis di web resminya.
Blue Origin menyebutkan roket SpaceX yang digunakan astronaut NASA ke Bulan yakni Starship memiliki pendekatan yang kompleks dan beresiko tinggi.
Perusahaan mengutip kritikan seorang pejabat NASA saat mengevaluasi Starship untuk program pendaratan di Bulan.
“Ada sejumlah teknologi, pengembangan, dan operasi yang belum pernah dilakukan sebelumnya untuk Starship mendarat di Bulan,” tulis Blue Origin, Sabtu (7/8/2021).
Selain mengkritik kompleksitas Starship, Blue Origin juga mengatakan fasilitas yang dimiliki SpaceX di Texas belum pernah melakukan peluncuran orbital.
Sebenarnya SpaceX  telah sukses melakukan peluncuran 100 orbital menggunakan roket Falcon-9 sedangkan Blue Origin belum mencapai orbit sama sekali.
Blue Origin juga membuat perbandingan teknis  yang mencatat bahwa rencana SpaceX membutuhkan lebih dari 10 peluncuran Starship untuk mendarat sekali di Bulan dan perlu diisi bahan bakar obit.
“Sebuah proses yang juga belum pernah dilakukan sebelumnya,” ungkap pihak perusahaan.
SpaceX juga dikabarkan sedang dalam persiapan akhir dalam upaya peluncuran orbit pertama Starship.
Setelah melakukan peluncuran dan pendaratan prototipe Starship di pada ketinggian tinggi di bulan Mei. (PT)
bebi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here