Padang TIME.com-Basarnas Kabupaten Kepulauan Mentawai ikut terlibat dalam aksi kemanusian Operasi Pencarian dan Pertolongan terhadap korban kapal karam di perairan Pesisir Selatan yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Untuk membantu operasi SAR di Pesisir Selatan, Basarnas Mentawai ikut terlibat, yang mana team berangkat pada Minggu (2/2/2020) sekira pukul 08:33 Wib,” kata Kepala Basarnas Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Ia mengatakan, keberangkatan team bertujuan untuk membantu mendukung operasi Sar yang saat ini sedang dilakukan oleh team SAR daerah setempat.

“Kita Basarnas Mentawai hanya mendukung Operasi Sar Padang sebagai On Scene Coordinator, ujarnya.

Akmal menyebutkan, pihaknya bergerak dari Tuapejat memakai dua peralatan utama yakni RIB 02 Mentawai satu unit Kapal Polair Mentawai serta peralatan pendukung lainnya, dengan di lengkapi 17 orang team gabungan.

Hingga berita ini di turunkan, team SAR gabungan Basarnas Mentawai kembali ke Sikakap untuk melakukan koordinasi serta mencari informasi.

“Untuk sementara kita berada di Sikakap, untuk mencari informasi yang ada, kita berharap operasi SAR membuahkan hasil, karena sudah beberapa hari ini, korban belum juga ditemukan,” pungkasnya.

Sebanyak 10 ABK KMP Mitra Utama serta 1 ABK KMP Kasih Ibu yang hilang kontak sejak Selasa (28/1/2020) sampai saat ini masih belum ditemukan.

Hingga Rabu (29/1/2020) kapal Mitra Utama sempat melakukan kontak atau komunikasi, terkait keberadaannya di perairan perbatasan Indropuro dengan
Muko-muko, Bengkulu.

Adapun data 10 orang ABK kapal KMP. Mitra Utama, Izal, Engki, Gandi, Iwil, Anto, Sil, Oyon, Muamat, Kimun, Idit KMP Kasih Ibu dengan 14 orang ABK yang tenggelam dihantam gelombang ditengah laut, 1 diantaranya masih belum ditemukan.

“13 ABK KMP Kasih Ibu berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, 1 orang ABK atas nama Si Al sampai sekarang masih belum ditemukan,” ucap kepala Basarnas Padang, Asnedi.

Balang

LEAVE A REPLY