Padangtime.com-Badut seperti yang kita ketahui bahwa sebenarnya profesi badut itu sudah cukup tua. Sejarah mencatat, profesi badut itu sudah ada semenjak era Yunani kuno dan juga era Romawi kuno. Di mana para badut pada masa itu kebanyakan bertugas untuk menhibur para kaum bangsawan di sebuah pertunjukan khusus.

Namun, para badut itu juga kadang mencari nafkah dengan cara menghibur orang-orang yang ada di jalan-jalan. Tentunya dengan kemampuannya dalam berpantomim serta memperagakan gerakan-gerakan konyol, dapat menghibur orang-orang yang sedang lewat. Bisa jadi, profesi badut ini menjadi salah satu pekerjaan penghibur ala jalanan yang umurnya paling tua di dunia.

Bermula pada abad pertengahan, atau pada kisaran tahun 500 Masehi sampai 1.500 Masehi, ada sosok badut yang sangat populer pada masa itu. Masyarakat di dataran Eropa, khususnya penduduk Italia, menyebutnya sebagai sosok bernama “Harlequin atau Arlecchino”. Sosok badut ini adalah sosok penipu yang lucu, di mana si Harlequin ini identik dengan sosok seorang pelayan yang ceroboh, jenaka, serta sangat suka berbohong.

Kenapa Badut Digambarkan Sebagai Sosok Jahat

Karena di daratan Eropa sendiri, sosok dan citra seorang badut berperangai jahat sudah dipopuler sejak awal abad ke 19. Yang mana pada awalnya adalah dimulai pada sebuah pertunjukan opera yang berjudul “Pagliacci†karya seorang sastrawan bernama Ruggero Leoncavallo.

Pertunjukan ini berkisah mengenai sesosok badut yang tidak sengaja mendapati istrinya sendiri sedang berselingkuh dengan orang lain. Yang pada akhirnya si badut itu menjadi sedih dan sangat marah, lalu serta merta membunuh istrinya itu. Namun di saba diceritakan si badut membunuh istrinyanya dengan cara melawak, agar penonton terhibur dan bisa tertawa.

Sosok badut lucu tapi keji itu diperankan oleh seorang aktor drama bernama Joseph Grimaldi, yang juga merupakan spesialis pantomim asal Inggris pada abad 19. Joseph dianggap sebagai seseorang yang bertanggung jawab atas adanya penyimpangan sosok dan citra badut sampai pada saat ini. (fal)

Balang

LEAVE A REPLY