ad
Padang TIME – Untuk mengantisipasi penularan, pencegahan terhadap penyakit mata (pink eye) pada ternak sapi maka Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) melalui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Lunang Silaut melakukan upaya pengobatan.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Pertanian Pesisir Selatan, Madrianto, saat ditemui di kantornya, Jumat (21/1), pagi.

Dikatakan, saat ini petugas terus berupaya melakukan antisipasi merebaknya berbagai penyakit menular pada ternak di daerah itu, termasuk penyakit mata.

bebi

“Upaya itu dilakukan untuk memberikan jaminan dan rasa aman bagi pemilik ternak, agar mereka tidak merasa kuatir dengan usaha budidaya ternak yang mereka tekuni. Pengobatan penyakit mata menular ini kita lakukan pada ternak sapi, kerbau, dan kambing antara lain di Kecamatan Lunang dan Silaut pada Selasa lalu” katanya.

Dijelaskannya, bahwa pengobatan itu hanya dilakukan pada hewan ternak sapi maupun kerbau yang diagnosa mengalami penyakit mata menular. Melalui pengobatan itu, maka pemilik ternak tidak akan memiliki rasa khawatir terhadap usaha budidaya ternak yang mereka tekuni itu.

“Sebab, sektor peternakan merupakan salah satu potensi yang cukup besar dan juga menjanjikan bagi masyarakat dalam meningkatkan perekonomian keluarganya. Apalagi Kecamatan Lunang dan Silaut sekarang sudah menjadi sentra ternak di daerah ini. Sebab masyarakatnya telah mengembangkan budidayanya melalui program integrasi ternak sapi pada perkebunan kelapa sawit sejak lima tahun terkahir,” jelasnya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Sri Rita Setiawati, menyebutkan,  pink eye adalah penyakit mata menular pada ternak, terutama sapi, kerbau, domba, dan kambing.

“Gejala klinis yang dapat dikenali berupa kemerahan dan peradangan pada konjungtiva serta kekeruhan pada kornea. Pink eye pada sapi biasanya disebabkan oleh bakteri moraxella bovis yang merusak kornea mata sapi,” jelasnya.

Ditambahkannya bahwa keberadaan debu, lalat, virus, atau benda asing yang mengiritasi mata, akan menjadikan bakteri ini mudah menyerang mata.

Lalat yang sering hinggap di wajah merupakan faktor pembawa dan agen penularan penyakit pink eye pada populasi ternak, khususnya pada cuaca hangat.

“Bila cepat ditangani, maka penyakit yang memiliki prognosis ini akan mudah disembuhkan. Namun bila ini dibiarkan, bisa menyebabkan kerugian bagi peternak karena dapat menyebabkan penurunan berat badan,” ucapnya.

Dari itu dia menghimbau kepada masyarakat agar jangan menunda pengobatan agar ternak yang tertular penyakit pink eye ini tidak mengalami cacat permanen pada matanya.
(pt)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini