Anggota DPRD Pasaman: Percepat dan Serius tangani dampak Covid-19

3952

PadangTIME.com – Anggota DPRD Kabupaten Pasaman dari Fraksi Partai Nasdem, Ahmad Khadafi mengaku sangat geram terhadap lambat dan lalainya Pemerintah Daerah dalam penanganan masyarakat yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Pasaman, terkhusus di Kecamatan Simpati.

“Kami meminta gerak cepat dan keseriusan Pemda dalam menanggulangi Covid-19, serta memberikan solusi nyata terhadap mereka yang terdampak oleh Covid 19, “ucapnya, Senin (13/4/2020) sore.

Ahmad Khadafi menjelaskan sekarang ada satu kampung yang terdiri dari 45 KK dari masyarakatnya yang kini sedang melakukan isolasi mandiri, pasca ditetapkannya dua orang warga di kampung tersebut positif Covid 19.

Khadafi juga mengatakan, sebagai masyarakat mereka telah mematuhi himbauan pemerintah untuk melakukan isolasi mandiri dengan tetap di rumah, tapi ia sangat prihatin mengingat kehidupan ekonomi masyarakatnya, dan juga sangat menyesalkan belum adanya perhatian dari pemda Pasaman, untuk membantu memenuhi dan meringankan kebutuhan ekonomi mereka hingga sekarang.

“Setahu saya dan lebih kurang 60 anggota relawan Gugus Tugas Nagari yang telah dibentuk dan terus bergerak hingga sekarang, sampai saat ini belum pernah ada sedikitpun bantuan pangan atau sembako dari Pemda Pasaman. Memasuki hari ketujuh isolasi mandiri,  mereka hanya memperoleh bantuan dari Nagari dan salah satu sanggar senam yang ada di Simpati, kami khawatir mereka bukan mati karena corona, tapi justru mati karena kelaparan,” ucap Khadafi.

Keterangan tak jauh berbeda juga kami dapatkan dari Burhan, Pj. Wali Nagari Simpang dari 45 KK yang sekarang melakukan isolasi mandiri tersebut, 31 orang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG), hal ini disebabkan karena sebelumnya mereka memiliki riwayat pernah kontak langsung dengan pasien positif Covid 19

Sementara itu, Kadis Kominfo W. Hutabarat selaku Koordinator dan Komunikasi Informasi Publik di Tim Gugus Tugas Kabupaten Pasaman saat dikomfirmasi mengaku tidak mengetahui.

“Saya tidak tau mengenai hal itu, saya juga tidak tau apakah sudah ada atau belumnya bantuan. Sampai sekarang kami hanya mengembangkan informasi yang kami terima, sedangkan  mengenai hal yang terkait dengan yang ditanyakan ini belum pernah kami terima laporannya”.

W. Hutabarat juga mengaku kesal karena banyaknya laporan dari satuan gugus tugas yang terkait dengan Keterbukaan Informasi Public tidak diteruskan ke Kominfo. Dengan halus ia justru menyarankan agar perihal pertanyaan, ditanyakan langsung ke tim gugus tugas yang lain. (02)

Balang

LEAVE A REPLY