Agar Guru Kreatif dan Inovatif di Era Digital, Ikuti Webinar Gelaran Kemenkominfo dan Dinas Dikbud Sumbar

0
305

PadangTIME.com – SOLOK – Teknologi dapat mengubah semua aktivitas menjadi lebih mudah dan cepat. Dalam dunia pendidikan, teknologi juga dapat mempercepat proses memperoleh informasi dan pembelajaran. Era digital menuntut pengajar (guru) lebih kreatif dan inovatif dalam menyampaikan materi pembelajaran.

Untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan literasi digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat akan menggelar webinar literasi digital. Webinar untuk segmen tenaga pendidik jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Solok itu, akan digelar Selasa (27/2) pagi, mulai pukul 10.30 WIB.

Diskusi online bertajuk ”Menjadi Guru Kreatif dan Inovatif di Era Digital” tersebut rencananya akan menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Irnes Jekli, Ketua RTIK Sleman A Bayhaqi, dosen sekaligus Asesor Kompetensi LSP Pretisila Kartika Putri, dan dipandu oleh moderator Iin Mendah Mulyani.

”Webinar melalui aplikasi Zoom Meeting ini dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/RegPendidikanSumatera2702. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan hadiah e-money sebesar Rp 1.000.000.- untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Senin (26/2).

Kemenkominfo menegaskan, kerangka acuan untuk menjadi guru kreatif dan inovatif di era digital harus berpedoman pada empat pilar literasi digital. Masing-masing ialah pilar etika digital (digital ethics), pilar kecakapan digital (digital skills), pilar keamanan digital (digital safety), dan pilar budaya digital (digital culture).

”Keempat pilar kerangka pengembangan kurikulum literasi digital itu dapat digunakan sebagai pengukuran kognitif dan atraktif siswa dalam menguasai teknologi digital,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.

Program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) merupakan salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital. Hingga akhir 2023, lebih dari 24 juta orang telah mengikuti program peningkatan literasi digital yang dimulai sejak 2017.

”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia sampai dengan 2024. Hingga kini, sebanyak 24,6 juta orang telah mengikuti kegiatan peningkatan literasi digital,” tambah Kemenkominfo.

Untuk diketahui, program #literasidigitalkominfo tahun ini mulai bergulir pada Februari 2024. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring seperti akademisi, perusahaan teknologi, serta organisasi masyarakat sipil, program ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.

”Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif, dan aman,” urai Kemenkominfo.

Kecakapan digital menjadi penting, karena – menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) – pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.

Mengutip survei yang dirilis APJII, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Dibandingkan dengan periode sebelumnya, ada peningkatan 1,4 persen. Terhitung sejak 2018, penetrasi internet Indonesia mencapai 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” tulis Kemenkominfo.

Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. (*)

bebi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini