Padang TIME.com-Bagi pengguna aplikasi Tokopedia, saat ini diimbau untuk mengubah password. Sebab diungkapkan VP of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak, membenarkan kabar adanya 91 juta data yang bocor dan diperjualbelikan di forum internet bawah tanah (dark web).
Diketahui, melalui unggahan akun @underthebreach di Twitter, terungkap bahwa terjadi peretasan pada Maret 2020, yang mengakibatkan 15 juta data pengguna bocor dan  dijual dengan harga USD5.000. Data tersebut berisi username, nama lengkap, alamat email, nomor telepon, password, lokasi, dan jenis kelamin pengguna.
“Aktor yang sama kini menjual seluruh database yang diduga berisi data 91 juta seharga USD5.000 di Darknet,” seperti dikutip dari akun @underthebreach, pada Senin (4/5/2020).
Sementara itu, akun Twitter @ronaldips yang membeli database 15 juta pengguna Tokopedia telah meneliti data berkapasitas 4 gigabyte tersebut. Dimana  seluruh informasi data seharga 10 euro tersebut dapat dipastikan benar, terkecuali password yang belum berhasil diretas karena dilindungi enkripsi yang belum diketahui algoritmanya.
Ditambahkan Nuraini Razak, Tokopedia menyampaikan bahwa pihaknya selalu berupaya menjaga kerahasiaan data pengguna karena bisnis Tokopedia adalah bisnis kepercayaan.
“Berkaitan dengan isu yang beredar, kami menemukan adanya upaya pencurian data terhadap pengguna Tokopedia, namun Tokopedia memastikan, informasi penting pengguna, seperti password, tetap berhasil terlindungi,”kata Nuraini Razak, pada Sabtu (2/5/2020).
Saat ini Tokopedia juga sedang menerapkan sistem keamanan berlapis, termasuk OTP yang hanya bisa diakses secara real time oleh pemilik akun. Para pengguna diminta untuk tidak memberikan kode OTP kepada siapa pun dan untuk alasan apa pun.
“Saat ini, kami terus melakukan investigasi dan belum ada informasi lebih lanjut yang dapat kami sampaikan,” pungkasnya. Menurutnya, saat ini perusahaan melakukan investigasi dan diharapkan perusahaan akan memberikan informasi lebih lanjut ke depan. (PT/ IDX)
Balang

LEAVE A REPLY