3 Langkah untuk Meningkatkan Manajemen Keamanan Cloud Anda

0
258
ads
Padang TIME – Sebelum COVID-19, banyak perusahaan telah memulai perjalanan transformasi digital, tetapi pandemi ini memperlihatkan bahwa banyak perusahaan tidak segesit dan flexible yang mereka pikir sebelumnya.
Pandemi ini menunjukkan adanya kekurangan dalam infrastruktur cloud bisnis, sisi keamanan, dan kemampuan arsitektur jaringan yang telah menghambat kemampuan perusahaan untuk beradaptasi dan untuk tetap gesit dalam menjalankan usahanya.
Ditambah adanya pola kerja hybrid atau kerja jarak jauh yang menjadi tren kerja disaat pandemi ini membuat perusahaan harus mulai meningkatkan manajemen keamanan cloud mereka.
Merebut peluang untuk memanfaatkan kekuatan cloud merupakan sebuah pencapaian, tetapi itu hanyalah salah satu bagian dari teka-teki komputasi cloud yang lebih besar.
Untuk sepenuhnya mewujudkan semua yang ditawarkan cloud, organisasi harus memiliki kemampuan dan dedikasi untuk memastikan bahwa lingkungan cloud mereka terjaga aman. Berikut adalah tiga langkah yang dapat membantu organisasi mana pun meningkatkan manajemen keamanan cloud mereka.
Langkah 1: Menilai lingkungan cloud Anda untuk mengetahui adanya kerentanan dan resiko
Langkah pertama adalah melakukan penilaian terhadap lingkungan cloud yang dimiliki organisasi Anda dan menandai area kerentanan yang berpotensi tidak aman.
Selama penilaian, mulai lakukan evaluasi dengan mempertanyakan ‘Tindakan keamanan apa yang kita miliki? Bagaimana mereka dapat dikerahkan? Di mana mereka akan dikerahkan?’ dan ‘Fitur apa saja yang dimiliki dalam tindakan tersebut agar serangan siber dapat dihentikan?’ Banyak solusi cloud memiliki native tools untuk menentukan apakah lingkungan cloud sudah dikonfigurasi dengan benar atau tidak.
Tools yang sering diabaikan ini merupakan tempat yang bagus untuk Anda memulai memperkuat lingkungan cloud Anda.
Bukan hal yang aneh lagi bagi sebuah tim mengalami kelelahan dalam hal kewaspadaan, dan mungkin akan mengabaikan peringatan dari penyedia cloud.
Sayangnya, hal ini akan mengurangi kemampuan organisasi untuk melihat Indicator of Compromise yang biasanya mendahului kejadian-kejadian serangan seperti ransomware – menimbulkan reaksi. Bisnis Anda tentu ingin lebih proaktif dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelamatkan diri dari kepusingan yang mungkin akan semakin besar di masa yang akan datang.
Langkah 2: Menutupi celah kerentanan
Sekarang setelah penilaian selesai, saatnya untuk mengatasi kerentanan pada keamanan yang telah ditemukan. Hardening yang dilakukan dalam lingkungan cloud dapat memanfaatkan teknologi, prosedur, atau kemitraan baru untuk mengatasi kekosongan yang telah teridentifikasi.
Teknologi baru harus menyeimbangkan penyediaan solusi keamanan terbaik dengan kemudahan penggunaan, implementasi, dan biaya.
Tidak ada perusahaan yang memiliki lingkungan yang benar-benar homogen, jadi dengan memiliki pikiran yang terbuka dan bersedia untuk menilai dan menerapkan teknologi yang berbeda untuk meningkatkan postur keamanan di lingkungan perusahaan.
Prosedur baru mungkin sulit untuk diterapkan pada awalnya, tetapi dalam jangka panjang terbukti layak untuk diinvestasikan.
Terakhir, jika Anda tidak memiliki bandwidth untuk memecahkan masalah yang Anda temukan, Anda harus mempertimbangkan kemitraan baru dengan penyedia layanan terkelola, yakni Managed Service Provider (MSP) – di mana mereka secara proaktif memantau dan mengelola lingkungan keamanan Anda, sehingga Anda dapat fokus pada hasil bisnis yang Anda inginkan.
Langkah 3: Mengadaptasi keamanan cloud ke dalam budaya perusahaan
Setelah masalah keamanan cloud diatasi, mulai kerjakan jalinan keamanan cloud ke dalam budaya perusahaan. Dengan menjaga keamanan, hal ini haruslah merupakan yang utama di dalam pikiran karyawan Anda sehingga mereka dapat membuat perbedaan dan perubahan besar.
Pertimbangkan untuk menyiapkan tes keamanan dan webinar.  Jika organisasi Anda memiliki buletin perusahaan, sertakan praktik terbaik yang dapat digunakan karyawan.
Tunjukkan kepada seluruh organisasi bahwa keamanan adalah prioritas utama di perusahaan Anda. Seiring waktu, karyawan akan mengadopsi cara berpikir yang sama, dan keamanan akan menjadi yang terdepan dalam interaksi mereka sehari-hari.
“Para pemimpin bisnis mulai membuat blueprint untuk menghadirkan perusahaan yang aman. Selama pandemi, cloud berubah menjadi ‘harus dimiliki’, bukan hanya ‘bagus untuk dimiliki’, dan kami berharap manajemen keamanan cloud mengikuti lintasan yang sama. Kami berharap untuk melihat evolusi ini karena semakin banyak data bisnis yang penting dan sensitif disimpan di cloud – sementara secara paralel, organisasi berupaya mengurangi risiko bisnis dan operasional dari pelanggaran terhadap bisnis mereka.” kata Hendra Lesmana, CEO NTT Ltd. di Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini