9
MetroPadang – Selama tahun 2018 berbagai kemajuan pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) di bawah kepemimpinan Gubernur, Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur, Nasrul Abit berhasil dilaksanakan dengan baik.Kepala Biro Humas Setdaprov Sumbar, Jasman Rizal menginformasikan, program kegiatan pembangunan dilaksanakan baik itu dari segi insfrastruktur, ekonomi, pariwisata, investasi, dan lainnya, berdampak cukup besar kepada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Atas prestasi pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan yang Pemprov Sumbar tahun 2018, berbagai penghargaan berhasil diraih. Selama tahun 2018 ini, terdapat 27 penghargaan yang diraih Pemprov Sumbar. Penghargaan tidak hanya diberikan oleh pemerintah pusat tetapi juga stakeholder tingkat nasional. Prestasi ini sangat membanggakan.
Inflasi di Sumbar selama 2018
Di sektor ekonomi, Pemprov Sumbar berhasil mengendalikan inflasi di Sumbar. Selama tahun 2018 ini, tingkat inflasi di Sumbar terjaga rendah. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, laju inflasi bulanan Sumbar pada November 2018, terpantau sebesar 0,27 persen (mtm), atau lebih rendah dibandingkan bulan Oktober 2018 yang sebesar 0,81 persen (mtm).
Secara spasial, kedua kota sampling inflasi di Sumbar yakni Kota Padang dan Kota Bukittinggi mengalami inflasi, pada November 2018 dengan besaran masing-masing 0,19 persen (mtm) dan 0,83 persen (mtm). Realisasi inflasi Sumbar pada November 2018, sama dengan inflasi nasional, sebesar 0,27 persen (mtm). Namun sedikit di atas rata-rata inflasi kawasan Sumatera yang sebesar 0,11 persen (mtm).
Secara tahunan, laju inflasi Sumbar tercatat sebesar 3,10 persen (yoy), atau lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang sebesar 3,23 persen (yoy).
Penyaluran KUR tahun 2018
Selain mengendalikan laju inflasi, Pemprov Sumbar pada tahun 2018 ini memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan UMKM di Sumbar. Salah satunya, dengan mempermudah akses penyaluran Keredit Usaha Rakyat (KUR) oleh bank BUMN dan BPD. Hasilnya, penyaluran KUR di Sumbar hingga November pada tahun 2018 ini mengalami peningkatan, baik dari segi platfon maupun debitur.
Kemudahan dalam penyaluran KUR terhadap pelaku UMKM, memberikan dampak positif bagi pengembangan UMKM di Provinsi Sumbar. Selama ini, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar telah melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM di Sumbar. Langkah-langkah untuk pengembangan produk UMKM dilakukan melalui, promosi, pemasaran, akses modal dan penggunaan tekhnologi bagi pelaku UMKM.
Selain pembinaan UMKM, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar juga melakukan pembinaan koperasi di Sumbar. Berkat keseriusan pengelolaan data koperasi pada tahun 2018, untuk pertama kalinya kabupaten dan kota di Provinsi Sumbar menerima Dana DAK non fisik. Di mana indikator untuk menerima DAK adalah keberhasilan pengelolaan data koperasi.
Realisasi Investasi
Perkembangan investasi di Sumbar tahun 2018 ini cukup menjanjikan. Hingga triwulan ke tiga realisasi investasi di Sumbar cukup, khusus untuk penanaman modal asing (PMA) jauh melebihi target yang ditetapkan.
Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumbar mencatat, hingga triwulan III investasi PMA mencapai 148.587.000 dolar Amerika. Jumlah itu jauh melebihi target hanya 52.913.000 dolar Amerika Serikat. Untuk PMA investasi kita cukup tinggi, ini tidak lepas dari kepercayaan orang untuk berinvestasi di Sumbar.
Khusus untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat Rp2 triliun dari target Rp3,4 triliun, capaian berada pada angka 57,51 persen. Secara keseluruhan realisasi investasi Sumbar mencapai Rp3,9 triliun dari target Rp4,1 triliun, atau mencapai 95,30 persen.
Sektor Pariwisata
BPS Provinsi Sumbar mencatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke daerah itu per Agustus 2018 mengalami peningkatan 9,84% dibandingkan bulan sebelumnya.
Jumlah kunjungan wisman yang masuk Sumbar melalui pintu Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan Pelabuhan Teluk Bayur mencapai 5.602 orang. Jumlah itu meningkat cukup signifikan atau mencapai 9,84 persen dari bulan sebelumnya, yang tercatat hanya sebanyak 5.100 orang.
Kontribusi kunjungan wisman Sumbar terhadap total kunjungan wisman ke dalam negeri memang tergolong kecil atau hanya 0,37 persen dari total kunjungan wisman ke Indonesia sebanyak 1,5 persen wisatawan. Namun, pintu Sumbar memang bukanlah pintu utama kedatangan wisman, karena banyak juga wisatawan yang masuk ke daerah itu, justru lewat pintu lainnya seperti Bali, Batam, atau Jakarta.
Adapun, wisman yang datang ke Sumbar mayoritas adalah dari Malaysia sebanyak 4.351 orang. Adanya penerbangan langsung Padang – Kuala Lumpur, serta kedekatan unsur budaya menjadi penyebab banyaknya wisman dari negeri jiran itu.
Selanjutnya, wisman asal Australia sebanyak 368 orang, asal Perancis (123 orang), Tiongkok (122 orang), Amerika Serikat (48 orang), Inggris (42 orang), Singapura (40 orang), Taiwan (38 orang), dan Thailand (30 orang).
Pemprov Sumbar menjadikan pariwasata program unggulan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, Pemprov Sumbar meluncurkan 58 event wisata sepanjang 2018. Tujuannya untuk mengembangkan sektor wisata dan menarik wisatawan..
Taste of Padang merupakan brand wisata Sumbar yang secara resmi diluncurkan. Selain memperkenalkan kembali tagline Taste of Padang, Sumatera Barat juga meluncurkan Calender of Event. Telah ada 58 event yang dikumpulkan dari seluruh daerah di Sumbar. Malam ini juga kami akan meluncurkan kembali secara resmi Taste of Padang, sebuah tagline yang mewakili Sumatera Barat secara keseluruhan.
Calender of Event 2018 terdiri dari 58 event. Tiga event masuk ke dalam CoE Nasional yaitu Tour de Singkarak, Festival Budaya Minangkabau dan Sawahlunto Internasional Music Festival. Sedangkan 55 lainnya mewakili seluruh daerah Sumatera Barat. CoE Sumatera Barat ini merupakan CoE perdana yang dimiliki Ranah Minangkabau.
Pembangunan Infrastruktur
Pemerintah Provinsi Sumbar telah melakukan sejumlah pembangunan selama 2018. Terutama untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur, target investasi dan kunjungan wisata.
Target pembangunan infrastruktur Pemprov Sumbar terus berupaya untuk meraih dana pusat. Langkah itu karena terbatasnya keuangan Pemprov Sumbar.
Sejumlah pembangunan infrastruktur Sumbar ada yang sudah rampung, dan banyak yang dilakukan dengan tahun jamak yang berlangsung hingga 2019. Yang sudah rampung seperti pembangunan sejumlah gedung pasca gempa 2009.
Ada tiga gedung pemerintah. Seperti gedung Dinas Pegelolaan Keuangan Daerah, gedung Ketahanan Pangan dan gedung convension center Sumbar di Bungus. Untuk jalan ada pembangunan jalan ke Kawasan Wisata Mandeh.
Sementara banyak pembangunan yang berjalan hingga 2019. Seperti yang disetujui oleh pemerintah pusat, melalui Menteri Koordinator Kemaritiman menyetujui usulan percepatan pembangunan infrastruktur di Sumbar senilai Rp3 triliun. Usulan tersebut sesuai dengan kebutuhan pembangunan menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumbar. Pada prinsipnya Menko setuju dengan usulan kita, persetujuan itu sepanjang anggaran tersebut tersedia.
Kepastian itu setelah mengikuti rapat percepatan pembangunan infrastruktur dengan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Oktober 2018. Hadir dalam rapat tersebut antara lain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, perwakilan Kementerian Perhubungan. Hadir pula Pemda Sumbar yaitu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Bupati Agam Indra Catri, Bupati Solok Selatan (Solsel) Muzni Zakaria.
Sesuai usulan Pemprov Sumbar, infrastruktur yang akan dibiayai oleh Pemerintah Pusat dalam tiga tahun yakni, jalan Teluk Tapang-Bungo Tanjung Pasaman Barat, Rp456 miliar, jembatan Katiagan Pasbar Rp31 miliar. Khusus untuk Pelabuhan Teluk Tapang, panjang 43 km teraspal baru 1,2 KM, jumlah jembatan 13 unit dan lebar jalan 10 meter. Jika jalan ini selesai, maka dapat menopang memperlacar akses logistik seperti sawit, tambang, peternakan dan hasil pertanian lainnya.
Di Mentawai, KEK Mentawai Rp127 miliar. Trans Mentawai Rp386 miliar, jalan ini rencananya untuk pembukaan melibatkan TNI dalam bentuk manunggal. Panjangnya 316,20 Km terdiri dari sepanjang 187,20 Km Sipora ditambah 63 Km di Siberut dan 66 Km di Pagai. Guna penunjang KEK mentawai.
Bandara Rokor Rp400 miliar, panjang runway dari 900 meter menjadi 1.300 meter dengan lebar 30 meter luas lahan 43 hektar. Kemudian, Pelabuhan Mabukkuk Rp60 miliar, guna membangunan dermaga sepanjang 70 meter, luas lahan 2 hektar konektifitas wilayah KEK. Pembangunan Pelabuhan Labuhan Bajau Rp60 miliar, untuk membangun dermaga sepanjang 70 meter lahan 4 hektar.
Di Pesisir Selatan, KEK Mandeh Rp800 juta untuk studi lingkungan, selesai 2018, Pelabuhan Penasahan (Rp57 miliar), Jalan Pasar Baru-Alahan Panjang Rp285 miliar lebih. Di Solok Selatan pembangunan Jalan Abai Sangir-Sungai Dareh Rp461 miliar, peningkatan jalan dan pengembangan jembatan Lubuk Malako-Batas Dharmasraya/Solsel-Sungai Rumbai (Rp659 miliar) dan pembangunan jembatan Pulai Dharmasraya (Rp60 miliar). Total kebutuhan anggaran prioritas mencapai (Rp3 triliun). Ini akan berlanjut hingga 2019. (pt/hms sumbar)
Balang

LEAVE A REPLY

43 − = 34