Puluhan wali Murid adukan Persoalan Penerimaan Siswa Baru (PPDB) ke DPRD Sumbar

1233

Padang TIME.com Puluhan wali murid mengadukan persoalan penerimaan peserta didik baru (PPDB) ke DPRD Sumbar, Senen  (13/7/2020).

Juru bicara orangtua murid mengatakan mereka datang untuk menemui ketua DPRD Sumbar  dan komisi V DPRD Sumbar yang membidangi masalah pendidikan.

Kedatangan mereka tetap disambu Ketua Komisi V dan  anggota komisi V dan Ketua DPRD Sumbar Supardi.

Wali murid mengatakan ada beberapa tuntutan yang ia sampaikan ke DPRD Sumbar.”Pertama zonasi, namun yang kami takutkan karena pengumuman hari ini dan besok (Jumat dan Sabtu-red), Senin itu takutnya sudah tidak bisa dilakukan lagi, mau dikemanakan kami,” tambah Rio.

Rio mempertanyakan, alasan orang yang jarak rumah dengan sekolah 0,00 dan 0,01 Km lolos zonasi, sementara siswa yang diangap pintar, punya kredibilitas tidak lolos.

“Mereka merasa dirugikan, kasihan kita. Ada juga warga yang tidak masuk sama sekali dengan zonasi. Mau dikemanakan mereka?,” tanya Rio.

Rio meminta sistem zonasi yang sudah berjalan dibatalkan, ia ingin sistem PPDB Sumbar seperti tahun sebelumnya, karena dinilai lebih fair.

Orang Tua Murid Protes dan Teriakan Hapus Zonasi PPDB SMA Sumbar 2020 Karena Dianggap Merugikan

Orangtua wali murid protes terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi di Kantor Disdik Sumbar, Senen (13/7/2020).

Bahkan ada yang meneriakan hapus zonasi karena dianggap merugikan siswa yang rumahnya jauh dari sekolah.Hal tersebut diteriakan orangtua dihadapan KaDisdik Sumbar  Agib Fikri

“Tolong dibatalkan sistem zonasi dan batalkan hasil seleksi tadi malam,” kata orangtua calon siswa Taufik Noor disambut teriakan dan tepuk tangan orangtua calon siswa lainnya.

Pihak Disdik berupaya meredam situasi agar tidak muncul keributan, namun orang tua tersebut tak berhenti berteriak.

“Tidak boleh pakai zonasi, anak saya juara, tidak bisa diterima. Zonasi hilang, zonasi hilang,” teriaknya lagi. (tisna)

Balang

LEAVE A REPLY