sponsor

PadangTIME.com — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) diartikan sebagai titik awal bagi bangsa dalam mempersiapkan generasi unggul, khususnya generasi penerus Pasaman Barat (Pasbar) untuk 20 tahun ke depan. 

Tahun 2019 Pasbar memperoleh predikat sebagai Kabupaten Layak Anak kategori Pratama dan diharapkan tahun 2020 menjadi Kabupaten Layak Anak Kategori Madya. 

Harapan itu disampaikan oleh Bupati Pasbar H. Yulianto ketika membuka kegiatan peringatan Hari Anak Nasional, Selasa (12/11) di Balairong Tuah Basamo, Simpang Empat, Kecamatan Pasaman. 
Bupati H.Yulianto menghimbau kepada seluruh OPD dan stakeholder internal dan eksternal agar bekerja keras untuk mewujudkan program tersebut. 

“Karena begitu banyak tantangan dan inovasi yang harus diperbuat untuk memenuhi syarat-syarat terwujudnya Kabupaten Pasbar menjadi kabupaten yang layak anak, maka diharapkan kerja sama seluruh pihak demi suksesnya harapan kita tersebut,” ujarnya. 

Ia menilai selama ini pemerintah pusat maupun daerah selalu berupaya secara maksimal agar anak memperoleh hak serta perlindungan hukum. “Secara konkrit pemerintah pusat telah mengupayakan pemenuhan hak dan perlindungan terhadap anak melalui berbagai instrumen hukum, di antaranya dengan meratifikasi konvensi hak anak melalui keputusan presiden nomor 36 tahun 1990. Kemudian ditindaklanjuti dengan penerbitan UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Bahkan pada tahun 2014 UU tersebut juga kembali disempurnakan dengan diterbitkannya UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak,” jelas Yulianto. 

Selain itu, Pemda Pasbar siap menerima aspirasi anak -anak, apalagi sudah dibentuknya forum anak Kabupaten Pasbar. Hal itu penting mengingat anak yang dapat berkembang dengan baik adalah anak yang secara bebas dapat menuangkan segala imajinasinya. 

“Penyampaian pendapat itu juga dapat dibangun dengan adanya peringatan HAN dan pembentukan kelompok organisasi pemuda, dalam organisasi anak anak dapat belajar mengaktualisasikan diri dalam kehidupan sosial dengan sesamanya. Tentunya kelompok tersebut harus dipantau oleh orang dewasa. Mengingat ego anak-anak masih tinggi mengakibatkan pembentukan kelompok justru akan mendorong eksklusifisme yang cenderung berpotensi negatif,” kata Yulianto.
Yulianto berharap kepada seluruh OPD dan kepada anak-anak Pasbar khususnya untuk mensukseskan program pemerintah mewujudkan Kabupaten Layak Anak. 

“Pasbar sudah mendapatkan penghargaan Kabupaten Layak Anak dengan kategori Pratama tahun 2019 dan harapan kita bersama di tahun 2020 kita sudah naik tingkat menjadi layak anak kategori Madya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pasbar dr. Anna Rahmadia mengatakan rangkaian kegiatan HAN sudah dimulai sejak september yang lalu dengan berbagai kegiatan.
“Kegiatan sudah dimulai dari September dengan lomba futsal Forsa Cup 2019, penggalangan dana sosial untuk sahabat anak yang terkena bencana, gerakan literasi Forda Pasbar dan sehari bersama teman disabilitas di Kecamatan Sungai Aur,” terangnya. 

Kegiatan yang dihadiri ratusan anak mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA/SMK di Kecamatan Pasaman dan sekitar ini diisi dengan berbagai kegiatan yang juga disaksikan langsung oleh Kepala OPD dilingkungan Pemkab Pasbar, TNI, POLRI, dan organisasi lainnya. (Romi Nasution)

Balang

LEAVE A REPLY