Mukhlis dan sejumlah pejabat tinjau los ikan di Balai Kuraitaji

PadangTIME.com – Pariaman , Pemerintah Kota Pariaman resmikan operasional Pasar Balai Kuraitaji di Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman. Peresmian dilakukan oleh Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Kamis (4/10). Usai meresmikan, Mukhlis dan rombongan langsung mengecek kondisi pasar.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Pariaman Gusniyetti Zaunit mengatakan, pembangunan ulang Balai Kuraitaji – paska mengalami kerusakan akibat gempa 2009 – dimulai pada 2015.

Pembangunan pasar tradisional berkonsep modern ini dilakukan setelah adanya kesepakatan tentang pengelolaan Pasar Balai Kuraitaji Pemko Pariaman dengan KAN Kuraitaji 2014 silam.

“Pembangunan kembali Pasar Kuraitaji menghabiskan anggaran sebesar Rp11 miliar dimulai sejak tahun 2015 lalu,” ujarnya.

Ia mengatakan, Balai Kuraitaji terdiri dari 60 unit los dan 100 unit kios. Kios disewa bervariasi mulai dari Rp1 juta hingga Rp2 juta, tergantung letak dan luas kios dan los. Seluruhnya kios dan los telah ditempati oleh pedagang.

“Ada pembagian hasil sewa kios dan los antara Pemko Pariaman dengan KAN. Pengelolaanya tetap oleh pemerintah,” ulasnya.

Namun, kata dia, tidak semua pedagang berjualan setiap hari di bangunan pasar yang terdiri dari dua lantai itu. Ada pedagang berjualan pada saat hari balai saja, sehingga pada hari normal terkesan kios masih belum terisi penuh.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kuraitaji, Asman Yahya berharap perbaikan dan peningkatan fasilitas bangunan Pasar Kuraitaji dilanjutkan. Hal tersebut karena adanya kerusakan seperti kebocoran atap, minimnya fasilitas drainase dan fasilitas alat kebersihan.

Selain itu, pihaknya juga mendorong Pemko Pariaman melakukan peningkatan kompetensi pedagang yang berjualan di Balai Kuraitaji agar pelayanan dan produk yang dijual lebih berkualitas.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengatakan jika pembangunan Balai Kuraitaji sudah direncanakan sejak 2008 silam bertepatan pada pelaksanaan Pilkada Kota Pariaman. Namun pembangunan tersebut dapat direalisasikan pada pertengahan periode pemerintahannya sebagai walikota Pariaman.

Ia menyebut konsep Balai Kuraitaji meniru konsep pasar tradisional modern di provinsi Bali. Dengan konsep pasar tradisional yang modern itu juga, menjadi alasan dikucurkannya dana sebesar Rp6 miliar dari APBN.

“Pasar tradisional dengan konsep modern ini kita usulkan ke kementerian dan alhamdulillah dialokasikan APBN untuk pengerjaannya,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan pasar itu telah dikonsep secara lengkap. Selain pembangunan pasar, los lambuang yang selama ini menjadi pusat kuliner khas Pariaman juga akan dibangun ulang pada 2019 mendatang. Dari perencanaan, kawasan Pasar Kuraitaji juga dibangun jalan lintas pasar, fasilitas drainase dan sanitasi.

“Kita belum bisa selesaikan semua, karena keterbatasan anggaran. Kita lakukan secara bertahap,” pungkasnya. (rilis)

LEAVE A REPLY