Waako Pariaman Genius Umar Apresiasi Prestasi Anak Muda Pariaman Juarai MMA Tingkat Sumatera

25

PadangTIME.com – Pariaman , Ahmad Fahmi, petarung bebas asal Desa Cimparuah, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, berhasil menjuarai Sumatera Fighter Goes To Mixed Material Arts (MMA) tahun 2018 di Kota Batam, Kepulauan Riau (11/11) silam.

Ia berhasil mengalahkan Wahyudi, petarung asal Kota Medan, Sumatera Utara di kelas Walter Weight 77,1 Kg, dalam beberapa ronde. Meski pada awal pertandingan kewalahan menghadapi serangan lawan, Fahmi akhirnya bisa mengakhiri perlawanan pesaingnya.

Sebelum mengikuti Sumatera Fighter Goes To Mixed Material Arts (MMA), pemuda yang juga atlet gulat Kota Pariaman itu terlebih dahulu menjalani seleksi di Kota Padang beberapa waktu yang lalu.

“Ada audisi dulu di Kota Padang, ada beberapa petarung yang dikirim ke Sumatera Fighter MMA di Kota Batam. Alhamdulillah, kita bisa menjadi salah satu pemenang,” kata Fahmi saat bertemu Walikota Pariaman, Selasa (13/11) siang.

Selain mewakili Sumatera Barat pada ajang kejuaraan beladiri tarung bebas tersebut, mahasiswa semester tujuh jurusan Ilmu Hukum Universitas Andalas ini mendaftar sebagai utusan klub Pariaman Fighter atau klub petarung Kota Pariaman. Meski belum terbentuk resmi, nama klub tersebut sengaja ia gunakan dengan tujuan mengembangkan beladiri MMA di Kota Pariaman.

“Sudah ada anggota klubnya, tapi memang belum diresmikan,” lanjut dia.

Pekan depan, Fahmi akan bertanding pada cabang olahraga gulat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke XV tahun 2018 di Kabupaten Padangpariaman. Ia turun dikelas 74 Kg.

Walikota Pariaman Genius Umar mengapresiasi prestasi anak muda Pariaman pada kejuaraan tarung bebas tersebut. Pemerintah, kata dia, sangat mendukung semua kegiatan olahraga generasi muda Kota Pariaman.

“Kami sangat bangga dengan prestasi atlet kita. Pemerintah sangat apresiasi sekali,” kata dia didampingi kepala desa Cimparuah, Imardi Darwin.

Menurutnya olahraga MMA potensial dikembangkan di Kota Pariaman. Olahraga ini ia yakini bisa menjadi ruang bagi anak muda Pariaman untul aktualisasi diri, sekaligus menjauhkan dari pengaruh negatif. (02)

LEAVE A REPLY