Upaya Wagub Sumbar Memajukan Daerah Tertinggal Perlu Keterjangkauan Internet

2245

ADVETORIAL PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT

11 April 2019

PadangTIME.com  – Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar di Sumatera Barat mendapatkan akses internet cepat melalui program Palapa Ring dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Akses internet cepat itu dibuktikan dengan sambungan video jarak jauh yang sangat lancar antara Menteri Komunikasi , Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan saat ini pemerintah Sumbar gencar untuk memajukan daerah Tertinggal, Terluar dan Terpencil (3T) terutama dalam mendapatkan akses internet. Menurut Nasrul, perkembangan teknologi mengharuskan masyarakat harus dekat dengan internet.
Persoalan yang sangat terasa kata Nasrul adalah saat pelaksanaan Ujuan Nasional tingkat SMA sederajat yang baru saja selesai. Di mana di daerah 3T masih belum bisa maksimal dalam menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Mentawai kemarin belum bisa melaksanakan UNBK, karena internet belum ada. Kalaupun ada komputer tidak bisa kalau tidak ada internet,” kata Nasrul di Auditorium Universitas Negeri Padang, Kamis (11/4).
Nasrul menyebut pemerintah dan dinas terkait menargetkan akses internet di daerah 3T bisa lebih baik tahun depan supaya pelaksanaan UNBK di Sumbar sudah merata. Untuk Kepulauan Mentawai yang masih belum mendapatkan akses internet cukup baik kata Wagub ditargetkan tahun 2020 mendatang sudah bisa melaksanakan UNBK.

Di hadapan Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Nasrul meminta perhatian khusus dari pemerintah pusat supaya bisa mendukung Sumbar dalam mengupakan keterjangkauan internet di daerah 3T. Sebab untuk pemerataan kemajuan di era teknologi dan revolusi 4.0, menurut dia mengharuskan masyarakat agar melek dengan teknologi dan internet.
“Dalam pembangunan, dan menyongsong revolusi 4.0, kita harus kawal pembangunan. Tentu saja harus ada komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah,” ujar Nasrul

.

Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar di Sumatera Barat mendapatkan akses internet cepat melalui program Palapa Ring dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Akses internet cepat itu dibuktikan dengan sambungan video jarak jauh yang sangat lancar antara Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Padang dengan Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet di Kecamatan Sipora, Mentawai, Kamis (11/4/2019). Pelayanan maksimal berbasis teknologi juga belum bisa diberikan untuk bidang perekonomian dan kesehatan di daerah itu.  Padahal banyak aplikasi yang bermanfaat bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan layanan, misalnya halodoc.
Aplikasi itu memungkinkan masyarakat dan tenaga kesehatan di daerah 3T berkonsultasi kesehatan dengan dokter yang berkompetensi.

“Sarana kesehatan dari Puskesmas hingga rumah sakit akan mendapatkan layanan internet juga, untuk sekolah dari SD hingga SMA akhir tahun ini dapat internet,” kata Menteri Kominfo Rudiantara. Aplikasi itu memungkinkan masyarakat dan tenaga kesehatan di daerah 3T berkonsultasi kesehatan dengan dokter yang berkompetensi.
Untuk daerah 3T perbatasan yang secara finansial tidak menarik minat swasta untuk dikelola (financially not viable).

Mentawai yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia sebelumnya tidak memiliki sambungan jaringan internet yang baik.
Hanya ibu kota kabupaten yang memiliki jaringan internet, tetapi kecepatannya sangat rendah. Akibatnya sekolah di daerah itu tidak bisa mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Pelayanan maksimal berbasis teknologi juga belum bisa diberikan untuk bidang perekonomian dan kesehatan di daerah itu. Padahal banyak aplikasi yang bermanfaat bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan layanan, misalnya halodoc.

“Percepatan pembangunan telekomunikasi di daerah 3T di Sumbar tidak perlu harus menunggu adanya satelit sendiri. Kemenkominfo dan BAKTI sepakat untuk menyewa satelit untuk percepatan pembangunan dalam rangka mendorong aktifitas perekonomian,” kata Menteri Kominfo, Rudiantara, Kamis (11/4/2019) usai memberikan kuliah umum di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP).

Dikatakan Rudiantara, jika menunggu punya satelit baru, mungkin baru tahun 2023 baru bisa. Makanya, Kominfo mengambil langkah dengan melakukan penyewaan satelit. “Pertengahan tahun ini dilakukan lelangnya,” jelasnya.

Menurutnya, satelit itu diprioritaskan untuk daerah tertinggal. Untuk di Sumatera Barat ada tiga kabupaten yaitu Mentawai, Solok Selatan dan Pasaman.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit turut memberikan sambutan. Ia mengakui kabupaten dan kota di Sumbar masih ada yang membutuhkan akses internet. “Saat ini akses internet memang dibutuhkan,” kata Wagub Sumbar itu.

Sementara Rektor UNP, Prof Ganefri mengungkapkan bahwa sesuai dengan kemajuan teknologi era revolusi industri 4.0, setiap orang dituntut menambah wawasan dan keahlihan. Bahkan Ganefri mengurai 13 keahlihan yang dibutuhkan di era digital (an)

LEAVE A REPLY