Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan Beri Pelatihan pada Nelayan Tuapejat

1413

PadangTIME.com – Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam pelatihan. Melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Kota Medan, Boy Harefah memberikan pelatihan pembuatan bubu tangkap ikan kepada 30 nelayan Tuapejat. Kegiatan itu beelangsung di halaman Kantor Dinas Perikanan Mentawai, Ahad (23/6/2019).

Bubu sebagai alat tangkap ikan yang ramah lingkungan dinilai masih dapat terus dikembangkan. Keunggulan bubu, selain pengoperasiannya mudah juga mutu hasil tangkapannya baik.

Boy Harefa mengatakan, bimbingan teknis pembuatan alat tangkap bubu ikan ramah lingkungan ini merupakan upaya meningkatkan produksi ikan di kawasan perairan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Selain itu memudahkan nelayan setempat untuk menangkap ikan dengan alat sederhana dan lebih ramah lingkungan.

“Walupun sederhana merangkainya, namun membuat bubu ini cukup menyita waktu. Selama lima hari baru selesai,” ujarnya.

Dengan terus mengembangkan bunu sebagai alat tangkap ikan, kata Boy Harefa, nelayan sudah berbuat bijak karena tidak merusak lingkungan sedangkan hasilnya bisa lebih berlimpah

“Pelatihan ini sangat perlu di lakukan agar produksi ikan terus melimpah dan nelayan bisa menangkap ikan secara bijak dan tidak merusak lingkungan,” tuturnya.

Ia menyebutkan, saat ini kebijakan pembangunan di bidang kelautan dan perikanan ditekankan pada program perikanan yang berkelanjutan. Menyusul diberlakukannya moratorium izin usaha penangkapan untuk kapal ikan dengan bonot lebih dari 30 Gross Tonage (GT) olrh Kementerian Kelaitan dan Perikanan. Aturan lain yang terkait adalah Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pelarangan Pengoperasian Alat Tangkap Pukat Tarik dan Pukat Hela.

“Kedua kebijakan tersebut diberlakukan sebagai upaya pelestarian Sumber Daya Alam (SDA) perairan dalam jangka panjang, sekaligus upaya pemulihan sumber daya perairan yang telah mencapai ambang batas kepunahan,” tuturnya.

Untuk jangka pendek, dua regulasi itu diharapkan nelayan tidak lagi menggunakan alat tangkap yang dilarang. “Dengan demikian, perlu dicarikan solusi sehingga agar nelayan dapat melaut dengan menggunakan alat tangkap yang selektif dan ramah lingkungan,”(i)

LEAVE A REPLY