Tingkat SDM Masyarakat Mentawai Upaya Pemprov Sumbar atasi Kemiskinan

1380

ADVETORIAL  BIRO HUMAS  SEKDAPROV SUMBAR

9  Mei   2019

PadangTIME.com – Salah satu upaya pemeritahan provinsi Sumatera Barat mengatasi kemiskinan di Kabupaten Kepulaulan Mentawai adalah dengan meningkatkan mutu pendidikan generasi mudah. hal ini dikatakan Kadis Pendidikan Sumbar Adib Alfikri belum lama ini pada media.

Dikatakan dengan tingginya SDM masyarakat Kepulauan Mentawai maka persoalan pengannguran dan kemikinan akan teratasi .

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mentawai, Oreste Sakeroe mengatakan, data sekolah yang akan di areditasi itu yakni, tingkat SD sebanyak 31 sekolah, SMP 7 sekolah, MIS 1 sekolah, SLB 2 sekolah, MAS 3 sekolah, MTSN 2 sekolah dan SMA 4 sekolah.Tim akreditasi provinsi Sumatera Barat (Sumbar) akan melakukan penilaian ke 50 sekolah yang ada di Kabupaten Kepulauan Mentawai  yang mengajukan data persayaratan untuk diakreditasi.

“Intinya setiap sekolah yang akan di akreditasi sudah lengkap dengan persyaratan seperti data-data sekolah serta berpedoman kepada delapan standar pendidikan nasional,” kata Oreste Sakeru .

Pengurusan akreditasi sekolah yang sangat penting itu adalah mempersiapkan data sesuai persyaratan yang ada di Kemendikbud, bahkan kita juga tegaskan pengajuan data sekolah paling lambat tanggal 25 April 2019 khusus sekolah yang ada di Mentawai.

Saat ini pemerintahan Sumatera Barat telah buat tim terpadu dan sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak dan kelembagaan. Untuk Kepulauan Mentawai hampir satu bulan penuh melakukan pengamatan, tinjauan lapangan dan melakukan rapat-rapat koordinasi menghimpun masukan apa yang menjadi kebutuhan mendasar.

Dapat disimpulkan memajukan dan mengangkat derjat masyarakat kepulauan Mentawai membuka jalan dan melakukan pembangunan jalan “Trans Mentawai”. Sehingga dapat menjangkau masyarakat yang terdapat dipedalaman bersosialisasi memajukan kehidupan mereka.

Membangun jaringan komunikasi antar pulau untuk aktivitas informasi pembangunan di daerah ini. Agar masyarakat Mentawai dapat juga dapat mengikuti perkembangan dunia dibelahan dunia lainnya. Kemudian memang listrik dan pelayanan pendidikan serta pelayanan kesehatan yang belum merata terutama di daerah pedalaman.

Untuk Kepulauan Mentawai, pembangunan BTS saat ini masih sebanyak 25 unit yang baru dibangun, namun kita masih melakukan koordinasi atau mengupdate data dari dinas kominfo khususnya,” ujar Direktur Bakti Kemenkominfo Danny Januar Ismawan di Mentaawai.

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tahun 2020 bakal mencanangkan program Indonesia merdeka sinyal dalam konteks menjangkau yang belum terjangkau.

Danny Januar Ismawan  menyebutkan, akan ada tambahan pengusulan sebanyak 53 BTS yang akan dibangun di kepulauan Mentawai, memang pembangunan BTS ini tidak serta merta lokasi yang diusulakan langsung dibangun.

Nanti, lanjut Danny, masih ada satu tahapan lagi diskusi dengan operator seluler dengan pihak pemerintah daerah, sehingga bisa diketahui kira-kira yang layak dibangun itu berapa, jadi 53 BTS yang dibangun itu maksimumnya.

Ia menjelaskan, kalau sudah dibangun BTS, sebisa mungkin BTS tidak mendekat dengan BTS operator asisting, karena berdekatan akan saling tenganggu, namun prinsip utama membangun akses komunikasi adalah membuka keterisolasian.

“Kita bukan lagi berbicara blank spot, tapi kita membangun BTS betul-betul mencari lokasi yang memang terisolasi, itu yang kita prioritaskan” kata Danny usai sosialisasi indonesia merdeka sinyal di Desa Matobe. (nl)

 

LEAVE A REPLY