Pemprov Sumbar atasi Kemiskinan di Mentawai dengan Tingkatkan Sumber Energi

4644
sponsore

ADVETORIAL  BIRO HUMAS  SEKDAPROV SUMBAR

11 November    2019

PadangTIME.com – Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit  memberikan apresiasi penghargaan tinggi kepada Kementerian PPN yang telah hadir dan berkarya ditengah-tengah masyarakat Sumbar, khususnya di Kepulauan Mentawai.

“Dengan hadirnya PLTBm di Kepulauan Siberut Energi Terbarukan bisa mengalirkan arus listrik di daerah terisolir jadi terang dan bisa mencerdaskan pendidikan anak bangsa serta meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat di Mentawai,” kata Nasrul Abit.

Menurutnya, kondisi ini membuat masyarakat setempat mendapatkan dua keuntungan yakni listrik dan penghasilan dari berjualan bambu untuk pembangkit listrik.

“Dengan ada aliran listrik selama 12 jam, masyarakat Silaguma dapat keuntungan dua sekaligus, yaitu dapat untuk dari penjualan bambu dan desa bisa terang dengan aliran PLTBm,” 

PLTBm dibangun di tiga desa, yaitu Saliguma, Madobag, dan Matotonan yang terletak di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, dengan total kapasitas 700 kW untuk menerangi 1.233 Kepala Keluarga (KK).

“Potensi penghematan yang diperoleh dari PLTBm dibandingkan PLTD adalah Rp 14 miliar per tahun. Selain penghematan, pendapatan masyarakat juga meningkat dengan adanya pembelian bambu dari kebun masyarakat setempat dan penyerapan tenaga kerja sebesar Rp 2 miliar per tahun,” ungkap Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro pada acara Peresmian Tiga Unit Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, hari ini

Dapat disimpulkan memajukan dan mengangkat derjat masyarakat kepulauan Mentawai membuka jalan dan melakukan pembangunan jalan “Trans Mentawai”. Sehingga dapat menjangkau masyarakat yang terdapat dipedalaman bersosialisasi memajukan kehidupan mereka.

Membangun jaringan komunikasi antar pulau untuk aktivitas informasi pembangunan di daerah ini. Agar masyarakat Mentawai dapat juga dapat mengikuti perkembangan dunia dibelahan dunia lainnya. Kemudian memang listrik dan pelayanan pendidikan serta pelayanan kesehatan yang belum merata terutama di daerah pedalaman.

Untuk Kepulauan Mentawai, pembangunan BTS saat ini masih sebanyak 25 unit yang baru dibangun, namun kita masih melakukan koordinasi atau mengupdate data dari dinas kominfo khususnya,” ujar Direktur Bakti Kemenkominfo Danny Januar Ismawan di Mentaawai.

“PLTBm Siberut ini dibangun di 3 desa dari total 12 desa yang belum dialiri listrik, yaitu Desa Madobag 300 kW, Desa Saliguma 250 kW dan Desa Matotonan 150 kW, dengan total kapasitas 700 kW. Pembangkit menggunakan teknologi gasification biomassa dengan bahan baku batang bambu,” terang Toto.

Bambu sudah menjadi budaya di Kepulauan Mentawai, yang umumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan perumahan dan memasak. Konsep pelibatan masyarakat dalam proyek pembangkit ini dimana masyarakat melalui BUMDes menanam bambu, lalu menjual bambunya kepada pembangkit. Tiap kepala keluarga mendapat 100 bibit bambu. Dalam waktu 5 tahun, 1 bibit akan menghasilkan 100 batang bambu, dengan berat 20-30kg/batang. Walaupun didesain dengan menggunakan  bahan bakar bambu yang dibeli dari masyarakat, dalam prakteknya karena membutuhkan bambu dalam jumlah yang besar maka digunakan kombinasi antara bambu dengan Forest residu sebagai bahan bakar.

“Pembelian tenaga listrik dari PLTBm Matotonan, PLTBm Madobag, dan PLTBm Saliguma dilakukan untuk melistriki masyarakat di Kepulauan Mentawai (Pulau Siberut) sehingga menaikkan rasio elektrifikasi kepulauan Mentawai dari 55% menjadi 61% dan meningkatkan porsi bauran energi dari EBT. Saya harap pembangunan PLTBm ini mampu mendorong inovasi pengembangan pembangkit listrik berbasis EBT lainnya. Tentunya Pemerintah berharap PLTBm ini bermanfaat secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan dan mewujudkan energi berkeadilan,” pungkas Dirjen Toto. (nl)

Balang

LEAVE A REPLY