Tertarik Pengelolaan Pasar Tradisional, DPRD Sergai Kunjungi Pemko Padang

592

PadangTIME.com – Pemerintah Kota Padang menerima kunjungan kerja pimpinan beserta anggota Komisi B DPRD Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang merupakan wilayah pemekaran dari Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatra Utara.

Rombongan yang terdiri dari 14 orang itu dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Sergai, Riady dan didampingi oleh Ketua Komisi B DPRD Sergai, Hotnauli Sinurat. Rombongan disambut oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Kota Padang Azwin mewakili Wali Kota Padang di Ruang Staf Ahli Balaikota Padang Aie Pacah, Kamis (9/5/2019). Turut hadir Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Kota Padang Zabendri dan Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Endrizal.

“Maksud kedatangan kami kesini adalah untuk bersilaturrahmi dengan Pemerintah Kota Padang dan sharing tentang strategi Pemko Padang dalam pengelolaan pasar tradisional serta peningkatan kesejahteraan pelaku UKM”, ujar Riady menyampaikan maksud kunjungannya.

“Sergai dapat dikatakan miniaturnya Indonesia karena penduduknya multietnis dan sebagian besar juga merupakan pedagang. Dalam hal ini terdapat persoalan dimana pasar sudah disiapkan sebagai tempat berdagang, namun para pedagang belum mau direlokasi. Untuk itu, kami ingin tahu bagaimana Pemko Padang dapat mengelola pasar tradisional khususnya penataan pedagang yang setahu kami telah dapat dilakukan dengan baik tanpa ada kekerasan”, imbuhnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Kota Padang Azwin mengatakan pengelolaan pasar tradisional di Kota Padang merupakan upaya mewujudkan visi Kota Padang sebagai kota pendidikan, perdagangan dan pariwisata yang sejahtera, religius dan berbudaya dan juga termasuk kedalam satu di antara 10 program prioritas Pemko Padang periode 2014-2019, yaitu membangun Pasar Raya Padang dan merevitalisasi pasar-pasar pembantu.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Endrizal menuturkan perjuangannya beserta tim untuk menata Pasar Raya Padang dan beberapa pasar satelit di Kota Padang tidaklah mudah.
“Pascagempa 2009 kondisi pasar terutama Pasar Raya Padang sangat semrawut. Para pedagang yang kehilangan kiosnya beralih ke jalan raya di sepanjang pasar untuk berdagang, yang otomatis menimbulkan kemacetan parah dan membuat kawasan pasar semakin berantakan”, katanya.

“Ketika saya dilantik menjadi Kadis Pasar (kini Dinas Perdagangan) pada 2015 awalnya juga menghadapi banyak kendala dalam pengelolaan pasar di Kota Padang. Berbagai upaya pun telah dilakukan, hingga akhirnya saya menemukan sebuah strategi yang saya sebut sebagai pendekatan persuasif berkelanjutan”, katanya lagi.

Melalui pendekatan persuasif berkelanjutan itu Endrizal melakukan diskusi panjang secara personal dengan para pedagang di lokasi yang akan dilakukan penataan. “Tentunya dalam hal ini saya juga melibatkan pihak-pihak terkait seperti tokoh masyarakat, mahasiswa dan TNI/Polri dan juga mendapat dukungan dari anggota dewan. Tidak lupa saya melakukan pembinaan terhadap aparatur di Dinas Perdagangan Kota Padang yang langsung berinteraksi dengan para pedagang, agar fisik dan mentalnya bagus serta memiliki integritas”, tuturnya.

Pada kesempatan itu, Endrizal juga mempromosikan Batik Bingkuang yang menurutnya akan menjadi ikon baru kerajinan di Kota Padang. “Batik ini nanti akan diproduksi oleh UKM yang ada di Kota Padang yang saat ini sedang dilakukan pelatihan pembuatannya”, pungkas Endrizal yang saat ini juga menjabat sebagai Plt. Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang.(03)

LEAVE A REPLY