sponsor

Padang TIME.com-BLORA – TNI dan warga terapkan metode keroyokan agar proses penggrosokan yang merpakan etape terakhir dalam pembangunan jalan makadam sepanjang 1.360 Meter dengan lebar 2,5 Meter. Dengan metode itu, penggelaran grosok akan cepat selesai, dan lalulintas truk pembaa grosok lancar. ‘Metode keroyokan itu sekaligus sebagai solusi terhadap sering turunnya hujan di lokasi TMMD,” jelas bati Bhakti TNI Kodim Blora, Peltu Suahryanto.

Dijelaskan, di episode menggelar grosok, Satgas dan warga memang harus kejar-kejaran dengan waktu. Begitu cuaca terlihat bagus, truk pengangkut grosok didorong untuk cepat masuk ke lokasi. ”Begitu grosok dibongkar, satgas dan wrga langsung keroyok untukmeratakannya. Harapannya, jika grosok cepat digelar, truk yang ada di belakang bisa langsung melewatinya,” ujar Peltu Suharyanto.

Sekedar diketahui, di sasaran fisik TMMD, pembangunan jalan makadam sepanjang 1.360 meter, sejak awal, usai upacara pembukaan TMMD tanggal 26 Pebruari, satgas dan warga langsung tancap gas. Harapannya supaya tidak ketheteran di akhir-akhir pelaksanaan TMMD

. Hanya saja, strategi itu tidak berjalan, menyusul cuaca yang tidak bersahabat. (pendim 0721/Blora

Balang

LEAVE A REPLY