Padang TIME.com– Suara dan seberapa keras seseorang ketika bersin bisa berbeda-beda. Ada orang yang bersin dengan cukup pelan, sedangkan beberapa mampu bersin dengan sangat keras dan lantang. Lantas apa yang membedakan suara bersin seseorang mengapa ada yang pelan dan ada yang keras?

“Bersin sama seperti tertawa,” kata Dr Alan Hirsch dari Smell and Taste Treatment and Research Foundation, dilansir dari NBC News.

Dr. Hirsch menyebut bahwa sebagian orang tertawa sangat keras dan yang lain pelan. Jadi bersin pada dasarnya sama seperti sifat tertawa yang berbeda-beda pada setiap orang.

Selama ini memang belum ada penelitian yang menganalisis jenis-jenis bersin yang dialami manusia dan apa artinya. Namun Dr Hirsch percaya jika cara bersin sebenarnya sedikit menggambarkan perilaku seseorang.

“Bersin lebih berhubungan dengan masalah psikologis dan mewakili perilaku atau struktur karakter kita,” begitu katanya.

Misalnya saja seseorang yang sangat demonstratif dan ramah bisa bersin sekencang-kencangnya. Tetapi bagi mereka yang pemalu, dan mungkin berusaha menahan suara bersinnya, akhirnya menghasilkan suara bersin seperti tikus yang terjepit.

Lantas apa sebenarnya penyebab dari bersin?

“Secara umum, bersin adalah mekanisme pertahanan tubuh untuk mengusir bakteri dan kuman yang mengancam kesehatan,” terang Dr Gordon Siegel, seorang dokter THT dari Northwestern Feinberg School of Medicine.

Dr Siegel juga menjelaskan kalau bentuk hidung atau struktur tulang wajah cukup berkontribusi dalam cara bersin seseorang. Namun suara bersin tidak begitu terpengaruh dengan hal itu.

Selain itu, banyak orang tidak terlalu memikirkan fenomena bersin ini. Lagipula bersin memang wajar dan terjadi begitu saja.

LEAVE A REPLY