Satuan Resnarkoba Polres Mentawai Tangkap 2 Pelaku pengedar Narkoba

1879
sponsor

Padang TIME.com – Satuan Resnarkoba Polres Mentawai mengamankan dua pelaku berinisial E (27) Mahasiswa asal dusun Mapadddegat dan S (21) Penganguran asal dusun Mapaddegat. Kedua pelaku tertangkap tangan tengah melakukan transaksi Narkoba jenis Sabu di tepi jalan dusun Mapaddegat, desa Tuapejat, kecamatan Sipora utara pada Sabtu, 5 Oktober 2019 pukul 23.00 wib.

“Sebelumnya Satuan Resnarkoba yang dipinpim langsung oleh Kepala Satuan Resnarkoba, Iptu. Yahya melakukan penyelidikan terkait Informas dari Masyarakat tentang seringnya dilakukan Transaksi Narkoba golongan 1 Jenis Sabu di wilayah tersebut,” ungkap Kapolres Mentawai, AKBP. Dedi Prawiranegara kepada Wartawan saat Press Release di Aula Mapolres Mentawai. Senin, (7/10).

Disebutkannya, dari pengeledahan terhadap Tersangka bahwa ditemukan 2 Paket Narkoba jenis Sabu, 1 buah kaca pirek, 1 unit Handphone Nokia Hitam, Celana Panjang merek Lois dan Celana Pendek merek Quik Silver.

Selanjutnya, Tersangka di bawa ke Mapolres Mentawai untuk dilakukan penyelidikan lebih dalam. Dalam pemeriksaan urine Tersangka positife Narkoba. Dedy Prawiranegara Apresiasi kesadaran Masyarakat dalam memberikan informasi terkait membrantas pengedaran Narkoba di wilayah tersebut.

Ia menerangkan bahwa Kabupaten kepulauan Mentawai sebagai daerah kepulauan sangat mudah masuknya Narkoba. Maka melalui peranan Masyarakat sangat mempermudah kepolisian memerangi Narkoba. “Saat ini kita masih melakukan penyelidikan terhadap tersangka E serta barang bukti. Apakah yang bersangkutan termasuk jaringan lokal, Nasional bahkan Internasional,” terangnya.

Kapolres Mentawai tersebut bertekad untuk membasmi Pengedaran Narkoba di kabupaten kepulauan Mentawai. Baik pengedaran secara kecil maupun besar. Tentu semua itu dimulai dari hal yang kecil. “Meskipun ini kecil tetapi ininadalah awal untuk membuka jaringan seperti apa jaringan yang ada disini,” paparnya.

Ia telah berkoordinasi dengan rekan di Polda Metro Jaya, Ditres Narkoba Mabes Polri, Bareskrim Polri dan Polda Sumbar untuk menvari indikasi kelompok jaringan yang masuk kewilayah Sumbar khususnya Mentawai.

Sementara itu ditempat yang sama Kepala Satuan Resnarkoba, Iptu. Yahya Novi Sutrisna mengungkapkan ada 3 kendala yang sering ditemui oleh Satuan Resnarkoba melakukan penyelidikan terhadap jaringan yang ada di Mentawai yakni, Letak Geografis, Laporan Masyarakat dan Permainan Jaringan Narkoba.

Pertama, Letak Gegrafis kepulauan Mentawai yang terdiri dari 3 Pulau yakni Pulau Siberut, Sipora, Pagai utara dan Pagai selatan. “Jadi jarak yang jauh yang dipisahkan pulau terkendala oleh angkutan kesetiap pulau,” katanya.

Kedua, Informasi dari Masyarakat karena daerah yang kecil tentu Masyarakat takut untuk memberikan laporan terkait pengedaran Narkoba. “Tentu Masyarakat takut untuk melapor. Namun kami tetap melakukan penyelidikan dan kerja sendiri untuk mencari pelaku jaringan Narkoba tersebut,” tambahnya.

Kemudian ketiga, permainan disini sangat rapi. Misalkan Bandar ini mengambil dari Kota Padang. Namun sudah ada Pasien yang tetap. Jadi apabila ada pembeli lain mereka tidak terima. Meski demikian, pada tahun 2019, Satuan Resnarkoba Polres Mentawai telah mengungkap 6 Kasus Narkoba.

Kepada tersangka E sebagai Kurir dikenai 114 ayat (1) junto Pasal 112 (1) jo pasal 132 (1) junto pasal 127 ayat (1) huruf a UU no 35 dengan hukuman pidana 5 tahun hingga 20 tahun Penjara denda paling sedikit 1 Milyar, paling banyak 10 Milyar.

Sedangkan kepada tersangka S sebagai Pengguna dikenai pasal 112 (1) junto pasal 132 (1) pasal 127 ayat (1) huruf a UU no 35 dengan penjara 5 tahun hingga 12 tahun penjara dengan denda paling sedikit 800 juta dan paling banyak 1 Milyar.

Dody juga memerintahkan kepada jajarannya untuk bekerja keras untuk memberantas dan mengungkap peredaran narkoba di emapt pulau besar yang ada di kabupaten kepulauan mentawai.

“penindakan bagi pelaku narkoba, baik itu dari kalangan masyarakat maupun oknum polisi semuanya sama , tidak ada toleransi” kata Dody Prawiranegara kepada awak media, Selasa (8/10).

Dody Prawiranegara menyampaikan pernyataan tersebut di ruang mako polres mentawai saat press realese penangkapan dua orang tersangka kurir dan pengguna narkoba.“Pernyataan ini saya disampaikan untuk menunjukan keseriusan Polri dalam rangka memerangi narkoba khususnya di wilayah hukum polres kepulauan mentawai, ucapnya.

Selain itu, Dody juga mengintrusikan kepada jajarannya untuk melakukan pengawasan internal di lingkungan polres mentawai di satuan bidang masing-masing, bersihkan dari oknum-oknum pengedar pemakai atau membantu jaringan narkoba.“Kalau pemakai akan diberikan sanksi internal, kalau penegedar atau membantu jaringan narkoba, selain sanksi internal juga di kenakan sanksi pidana. Polri tidak akan beri toleransi bagi anggota yang terlibat peredaran narkoba” tegasnya.

Di sebutkan, pintu masuk di mentawai sangat lebar, dimana kepulauan mentawai itu memiliki empat pulau besar, jadi tidak tertutup kemungkinan peredaran narkoba bisa masuk melalui jalur tikus. Tak hanya itu, resort-resort yang ada di kepulauan mentawai juga perlu di lakukan pengawasan ketat, karena tidak tertutup kemungkinan juga peredaran narkoba masuk kesana, bahkan bisa masuk jaringan internasional kesana, ujarnya.

Dalam hal ini kita sangat harapkan peran serta masyarakat untuk bersama-sama memberantas narkoba di wilayah kepulauan mentawai, sehingga peredaran narkoba bisa kita bersihkan dan generasi muda mentawai bebas pengaruh dari narkoba, uangkapnya.

Balang

LEAVE A REPLY