Program Tujuh Pesan Sikirai  Terobosan Membangun Masyarakat Mentawai untuk Sehat

63

PadangTIME.com  – Tidak terasa waktu tiga tahun berjalan program tujuh pesan Sikirai terbukti memberikan dampak kesehatan bagi masyarakat Mentawai. Walaupun banyak tantangan dan kritikan terjadi di tengah masyarakat, namun program tersebut terus dilaksanakan.

Perjuangan yang dilakukan Lahmuddin Siregar selaku pencetus pesan tujuh Sikirai tidak patah arang untuk mewujudkan kesehatan di Kabupaten Kepulauan Mentawai, baik di tingkat kabupaten, kecamatan, maupun di pelosok desa Mentawai.

Dengan keseriusan melaksanakan program pesan tujuh Sikirai yang digagas sejak tahun 2016 hingga 2018, Lahmuddin Siregar mampu mengimplementasikan kesehatan di tengah masyarakat. Bahkan, Mentawai mampu menembus program tersebut untuk dicanangkan sampai ke tingkat nasional.

Untuk capaian program pesan tujuh Sikirai selama tiga tahun berjalan meliputi kasus malaria di bawah 5 permil pada tahun 2012, 14, 34 permil, 2013, 8, 72, 2014, 5, 52, 2015, 5, 86, 2016, 5, 62, 2017, 3, 92 dan 2018, 4, 08 permil. Fulkutasi gizi buruk (kurus kecil) tahun 2013 ada 149 orang, 2014, 74, 2015, 96, 2016, 81, 2017, 40 dan 2018, 48 orang. Cakupan penderita ASI eklusif pada bayi (0-6 bulan) tahun 2015, 65 persen, 2016, 75 persen, 2017, 83, 5 persen dan 2018, 80, 5 persen. Cakupan rumah tangga yang menkonsumsi garam beryodium dari tahun 2015 sebanyak 89, 5 persen, 2016, 97, 6 persen, dan 2018, 94, 7 persen.

Sementara, kemajuan di bidang kesehatan itu menurunnya jumlah kematian ibu pada tahun 2015 ada 9 orang, 2016, 6 orang, 2017, 6 orang dan 2018, 5 orang. Kematian jumlah Neonatal (0-28 hari), 2016, 24 orang, 2017, 23 orang dan 2018, 11 orang, sedangkan kasus TB paru pada tahun 2015, 24 orang, 2017, 23 orang dan 2018, 11 orang.

Dilihat dari grafik cakupan dan kemajuan program kesehatan dalam implementasi tujuh pesan Sikirai , kata Lahmuddin, dari tahun ke tahun ada peningkatan dan juga ada penurunan. Selain itu, keberhasilan untuk menyehatkan masyarakat di Mentawai tidak langsung nampak. Namun, keberhasilan dirasakan karena pelayanan kesehatan tidak hanya cukup sekali, tidak seperti pembangunan infrastruktur langsung terlihat, sebut Lahmuddin. (s)

LEAVE A REPLY