Polda Sumbar Tangkap Pedagang Tengkorak dan Kulit Harimau Sumatera

4182
Polda Sumatera Barat (Sumbar) berhasil mengungkap kasus perniagaan satwa yang dilindungi. Kasus ini diumumkan dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Sumbar, Padang, hari Selasa lalu (23/4/2019).
sponsore

PadangTIME.com – Polda Sumatera Barat (Sumbar) berhasil mengungkap kasus perniagaan satwa yang dilindungi. Kasus ini diumumkan dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Sumbar, Padang, hari Selasa lalu (23/4/2019).
Menurut Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar, tersangka dalam kasus ini berprofesi sebagai penjual barang antik di Kota Bukittinggi, Sumbar.

Polisi menemukan barang bukti berupa 1 lembar kulit harimau, 14 tulang punggung harimau, 2 buah tulang tengkorak harimau, 10 buah tulang kaki harimau, 2 buah tulang panggul harimau, 2 buah tulang bahu harimau, tumpukan tulang harimau, 1 buah tulang tengkorak tapir, dan 1 buah offset kulit harimau.

Kabid Humas Polda Sumbar menyebut, “Pelaku melanggar Pasal 21 ayat 2 huruf b dan d serta Pasal 40 ayat 2 Undang-undang 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman paling lama 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 100.000.000.

Dalam UU No. 5 Tahun 1990 memang disebutkan bahwa setiap orang dilarang untuk menangkap, membunuh, memelihara, ataupun memperniagakan satwa yang dilindungi, baik dalam keadaan hidup ataupun mati.

Dari tersangka A dan S, Polda Sumbar mengamankan barang bukti berupa satu lembar kulit harimau, 14 tulang punggung harimau, dua buah tulang tengkorak harimau, dua tulang pinggul harimau, 10 tulang bagian kaki harimau, dua tulang bahu harimau, tumpukan tulang rusuk harimau, satu tengkorak tapir dan satu offset kulit harimau.

Satu kulit harimau ditemukan masih dalam kondisi basah. Polda memperediksi harimau Sumatera tersebut baru dikuliti dalam satu bulan terakhir. Begitu juga dengan tulang belulang harimau yang masih ada tempelan daging yang masih basah. Rencananya S akan menjual kulit dan tulang harimau ini seharga Rp 32 juta. Tapi penjualan tidak jadi karena sudah lebih dulu diamankan polisi.

“Kami tim gabungan dari Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumbar bekerja sama dengan BKSDA Sumbar menangkap tersangka terkait penjualan kulit dan tulang berlulang harimau Sumatera yang dilindungi,” kata Kasubdit IV Dirtesrkrimsus AKBP Rokhmad Hari Purnomo di Markas Polda Sumbar,

Rokhmad menjelaskan, pihaknya akan mengembangkan kasus ini untuk mendapatkan pihak yang memburu harimau tersebut. Hingga saat ini polisi belum diketahui dari mana harimau Sumatera tersebut ditangkap. Dan perdagangan ini pun kata dia memang dilakukan secara sembunyi-sembunyi sehingga kepolisian harus mengumpulkan informasi lebih banyak.

Aturan tersebut juga melarang perniagaan anggota tubuh satwa dilindungi, termasuk kulit dan tulang-belulangnya.

Harimau dan Tapir Sumatera, Dilindungi tapi Masih Terancam
Harimau Sumatera adalah hewan yang dilindungi secara hukum. Namun menurut laporan WWF, populasi mereka terus menurun hingga 70 persen dalam 25 tahun terakhir.

Penurunan populasi harimau Sumatera disebabkan oleh banyak faktor. Mulai dari deforestasi yang menghancurkan habitat mereka, penurunan jumlah spesies mangsa, serta maraknya aksi perburuan ilegal.

Tapir juga kerap menjadi korban perburuan ilegal dan salah tembak. Menurut pengakuan para pemburunya, mereka sering salah mengira tapir sebagai babi hutan. (tis)

Balang

LEAVE A REPLY