sponsor

Padang TIME.com-Pesawat ini dikonversi dari Boeing 747 dan disebut

Pesawat yang dijuluki sebagai ‘Doomsday Plane’ ini dirancang khusus untuk menghadapi kondisi paling buruk, seperti perang nuklir dan bencana lainnya. Sehingga pemerintahan AS bisa tetap berjalan dalam kondisi darurat itu.

Saking canggihnya, pesawat ini tetap bisa berada di angkasa dalam waktu seminggu dengan mengisi bahan bakar di udara.

Satu-satunya yang membuat Doomsday Plane terpaksa turun adalah perawatan mesin, seperti pemberian pelumas.

Balang

LEAVE A REPLY