sponsore

Padang TIME.com-Paus 52-hertz adalah paus individu dari spesies yang tidak dikenal, yang menyebut frekuensi yang sangat tidak biasa yaitu 52 Hz.

Bahkan paus 52 Hertz ini dianggap sebagai paus yang paling kesepian di planet ini.

Ia menjelajah samudera terdalam di dunia mencari jodoh, tetapi ia tidak dapat menemukannya karena tidak ada paus lain yang mampu memahami bahwa itu adalah panggilan 52 Hertz.

Hal ini dikarenakan frekuensi pada paus ini jauh lebih tinggi daripada spesies paus lainnya, dengan pola migrasi yang paling mirip dengan paus ini adalah paus biru atau paus sirip.

Paus jantan ini menghasilkan suara nyanyian pada frekuensi 52 Hertz.

Frekuensi ini lebih tinggi daripada frekuensi komunikasi paus normal yang pada umumnya hanya berkisar antara 12 sampai 25 Hertz.

Suara paus ini pertama kali terdengar pada tahun 1980-an. Kala itu, Angkatan Laut AS tengah mencari sinyal kapal selam di Laut Pasifik.

Saat itulah, suara paus mulai terekam. Hingga pada tahun 1989, Dr. William Watkins dari Woods Hole Oceanographic Institution mulai mengidentifikasikan suara si paus.

Karena hanya suara yang terdeteksi, peneliti pun belum mengetahui jenis paus ini.

Peneliti tetap yakin, dari suaranya, paus ini adalah paus yang sehat. Ia telah hidup berpuluh-puluh tahun. Paus ini menyanyi dan mengembara seorang diri tanpa pasangan.

Balang

LEAVE A REPLY