Mentawai Gunakan Pembangkit Listrik Tenaga Biomas

246

PadangTIME.com – Pembangkit Listrik Tenaga Biomasa (PLTBm) hadir memberikan penerangan bagi Mayarakat Desa Saliguma, kecamatan Siberut tengah, kabupaten kepulauan Mentawai. PLTBm dengan bahan bakar Bambu mampu memberikan penerangan bagi Masyarakat di pedalaman.

Tercatat saat ini ada sebanyak 11 dusun di desa Saliguma. Dan Kapasitas PLTBm sebesar 250 kiloWatt (kW) serta jumlah pelanggan sebanyak 388 Kepala Keluarga. Menurut Kepala Mentri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia, Bambang Brodjonegoro bahwa PLTBm ini adalah Teknologi pertama di Indonesia guna memberikan penerangan di seluruh pulau kecil di Indonesia.

“PLTBm ini adalah Teknologi pertama di Indonesia menggunakan bahan bakar bambu,” ungkapnya kepada Wartawan di acara peresmian PLTBm di Desa Saliguma. Selasa, (17/09). PLTBm merupakan bantuan dari Amerika Serikat untuk Indonesia yang selanjutnya di serahkan di masing-masing wilayah kepulauan di Indonesia. Salah satunya kabupaten kepulauan Mentawai.

Disebutkan selain Desa Saliguma ada dua Desa lagi yang diberikan bantuan yakni Desa Madobag dengan Kapasitas 300 kilowatt dan 579 pelanggan. Kemudian Desa Matotonan 150 kilowatt dan sebanyak 266 pelanggan. “PLTBm ini juga dapat memberikan kesempatan bagi Masyarakat setempat untuk menjual bambu kepada pihak PLTBm dengan harga Rp. 700 per kilo gram. Tentunya ini juga dapat meningkatkan perekonomian Masyarakat,” terang Bambang.

Selain PLTBm, Bambang juga mendorong pembangunan Infrastruktur Jalan Trans Mentawai dan Destinasi Wisata kelas dunia. “Kita upayakan mengkoneksikan semua daerah kepulauan Mentawai melalui pembangunan Infrasteuktur yang harus terus disusun dari sekarang seperti Bandara dan Pelabuhan,” katanya.

Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet menyebutkan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai destinasi pariwisata kelas dunia di Peipei, Kecamatan Siberut Barat Daya – Mentawai diharapkan mampu menyerap 97.000 tenaga kerja dalam kurun waktu 30 tahun.

” Pemerintah daerah saat ini telah mengusulkan KEK pariwisata yang berkelas dunia yang nantinya berharap berkontribusi membuka lapangan kerja bagi masyarakat dengan perhitungan lebih kurang sembilan puluh tujuh ribu tenaga kerja dapat terserap dalam waktu tiga puluh tahun,” kata Yudas pada sambutan peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) di Desa Saliguma, Kecamatan Siberut Tengah, Selasa (17/9)

Yudas mengatakan, selain dari penyerapan tenaga kerja, pembanguanan KEK yang didukung pemerintah provinsi dan pemerintah pusat itu juga diprediksi memiliki potensi investasi sebesar Rp 109,9 Triliun selama 30 tahun dan mampu menyumbang Pendapan Daerah (PAD) sebesar Rp.176,4 triliun.

Yudas menegaskan pembangunan KEK di daerah berjuluk “Bumi Sikerei” itu sangat strategis, sebab mengingat manfaat yang sangat besar bagi perekonomian masyarakat serta pemerintah daerah Mentawai, pihaknya berharap pembangunan KEK dapat terealisasi.

“Untuk itu kita berharap adanya dukungan dari pemerintah percepatan pembangunan KEK, terutama dalam penyediaan infrastruktur seperti pembangunan bandara di Peipei, pembangunan pelabuhan Mabukkuk, penyediaan air bersih dan penyediaan listrik, khusus pembangunan bandara di Peipei kita berharap kepada Bapak Menteri Bappenas dapat dimasukkan dalam RPJMM tahun 2020 dan 2024, supaya nantinya dibagun oleh pemerintah pusat,” ungkap Yudas.

LEAVE A REPLY