Ketua DPRD Sumbar Apresiasi Kongres ke-XXI Persatuan Insinyur Indonesia

28

PadangTIME.com – Padang, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto secara resmi membuka Kongres ke-XXI Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Kongres yang mengusung tema ‘Meningkatkan Profesional Sumber Daya Keinsinyuran dan Penerapan Teknologi Cerdas’ berlangsung di Grand Inna Hotel, Padang, Sumatera Barat, Kamis (6/12/2018).

Ketua DPRD Sumbar , Hendra Irwan Rahim  sangat memapresiasi Kongres ke-XXI Persatuan Insinyur Indonesia  yang dilaksanakan di Sumatera Barat . Dengan dilaksanakan di kota Padang hendaknya membawa dampak yang menggembirakan terhadap perkembangan industri di Sumatera Barat .

Dikatakan Hendra Irwan Rahim , yang jelas dengan dilaksanakan  PII, dapat meningkatkan kunjungan wisata ke kota Padang dan juga dapat membuka peluang-peluang industri yang cocok  di Sumatera Barat . Dikatakan Ketua DPRD  kedatangan Menperin yang menyambut baik kongres PII ke-XXI, dan diharapkan menjadi langkah strategis untuk mewujudkan Indonesia bisa masuk jajaran 10 besar ekonomi dunia di tahun 2030.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat membuka Kongres ke-XXI Persatuan Insinyur Indonesia

Dalam sambutannya, Menperin menyampaikan beberapa capaian utama kinerja pemerintah selama 4 tahun (2014-2018), antara lain pertumbuhan ekonomi rata-rata diangka 5 peresen di atas rata-rata dunia yang sekitar 3 persen.

“Saat ini, pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur tapi juga sektor-sektor ekonomi lainnya termasuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dalam menyambut era industri 4,0,” kata Airlangga.

Menurut menperin, dengan memulai penerapan industri 4.0, Indonesia ditargetkan menjadi 10 besar kekuatan ekonomi dunia di tahun 2030 dengan nett ekspor mencapai 10 persen PDB, produktivitas meningkat 2 kali lipat, dan anggaran R&D minimal 2 persen dari PDB.

“Ada 5 teknologi utama yang menjadi kunci dalam penerapan revolusi inustri ke-4 yaitu, artificial intelligence (AI), Internet of Things (IoT), Wearable (AR/VR), Advanced Robotics, dan 3D printing,” ungkapnya.

Menanggapi pertanyaan para insinyur mengenai kesiapan Indonesia, Menperin menyampaikan Indonesia telah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 yang berisi antara lain 10 strategi prioritas nasional, serta menyiapkan SDM yang berkompeten mulai dari level pimpinan tertinggi seluruh stakeholder melalui program Training of Trainer (ToT) sampai ke pelaksanaan melalui program vokasi industri berbasis kompetensi yang link and match dengan industri.

“Saat ini, kami memiliki 9 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 10 Politeknik dan 2 Akademi Komunitas yang semua lulusannya terserap bekerja di industri,” terang Menperin.

Diakhir sambutan, Menperin menekankan bahwa para insinyur adalah orang-orang yang kreatif dan inovatif, serta terbiasa menyelesaikan masalah.

“Jadi insinyur harus bisa menemukan peluang dan melahirkan inovasi, adapun peran pemerintah adalah memberikan fasilitas dan kesempatan,” papar Airlangga.

Menperin berharap dalam kongres ke-XXI PII dapat menetaskan insinyur-insinyur yang kompeten dan berdaya saing global.

Sementara itu, Ketua Umum PII Hermanto Dardak mengungkapkan, pihaknya akan terus berupaya membangun sumber daya manusia di bidang keinsinyuran yang mampu memberi nilai tambah. “Sehingga, insinyur Indonesia bisa lebih kompetitif dibanding negara lain,” terang Hermanto.

dalam kesempatan tersebut, Hermanto melaporkan bahwa anggota PII kini sudah mencapai 30.000 orang dan pada kongres ini akan diresmikan insinyur profesional yang ke 14.000. “Tentunya di tengah kemajuan teknologi saat ini PII turut mndorong penggunaan teknologi cerdas terutama memasuki era indurti 4.0,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, jumlah lulusan sarjana teknik saat ini yang berpotensi menjadi insinyur profesional mencapai 900 ribu orang. Namun, memang tidak semua bisa menjadi insinyur profesional, karena tidak seluruhnya berminat menekuni profesi tersebut.

“Kalau mau jadi profesional, mereka nanti terintegrasi oleh Persatuan Insinyur Indonesia. Ini adalah kontrol kualitas, jangan sampai bangun gedung tinggi nanti tidak terkontrol,” kata hermanto.

Sebelumnya, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menargetkan sebanyak 14 ribu insinyur indonesia tersertifikasi hingga akhir tahun 2019. “Setidaknya target tersebut bisa tercapai saat kongres PII ke-XXI kali ini,” tutup Hermanto.(tis)

LEAVE A REPLY