Maidestal Hari Mahesa : Masyarakat Padang Cerdas tidak Mudah Terpengaruh

362

PadangTIME.com – Pemilihanmum memeng sudah lewat namun sangat bayak mengangung cerita yang selalu jadi pertayaan bayak orang ini lah tangapan dari seorang politisi yang juga anggota DPRD kota Padang . H, Madesta Hari Mahesa ketua DPC PPP kota Padang .Soal pilpres kemaren dah lewat, sudah sama-sama kita sukseskan. Kita ajak seluruh rakyat untuk menggunakan hak konstitusinya, terus sekarang mau dirusak dangan gerakkan massa?” kata Ketua DPC PPP Kota Padang ini. Maidestal Hari Mahesa mempertanyakan tujuan people power yang diserukan oleh beberapa elit di negeri ini.

“People Power buat apalagi? Paling ikutan cuma puluhan saja,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang ini ketika dihubungi saat salah satu media oline di kota Padang Jumat, (10/5).

Berbeda dengan seruan terkait kasus Ahok, kata Esa, yang diikuti ratusan ribu hingga jutaan orang. Kasus Ahok terkait penistaan agama.

“Saya pun ikut saat itu dengan membawa rombongan 80 orang. Sekarang? People power buat apa? Buat bela capres Prabowo? Yang benar sajalah,” tegasnya.

Apatah lagi, ujar Esa, soal pemilihan presiden (Pilpres) sudah lewat dan berjalan dengan sukses. Masyarakat diajak untuk menggunakan hak konstitusinya menentukan pemimpin negeri ini di bilik suara,”ujarnya.Esa khawatir gerakan people power yang diserukan itu disusupi orang atau negara luar. Menurutnya, jika itu yang terjadi, yang rugi bukan capres, tetapi rakyat Indonesia. Sebab, jika terjadi rusuh, roda ekonomi macet, orang takut beraktivitas, dan takut berinvestasi, maka terjadi lagi resesi ekonomi, harga mahal, pekerjaan makin susah dan lain sebagainya.

“Disusupi orang atau negara luar bagaimana? Yang rugi bukan capresnya, tapi rakyat kita nantinya.Jika terjadi rusuh, roda ekonomi macet, orang takut aktifitas,takut investasi, terjadi lagi resesi ekonomi, harga mahal, pekerjaan makin susah, yang kena getah siapa? Capres? Tidakkan? Rakyat lagi yang susah, yang capres itu bisa dia hidup di luar negeri lagi, kabur. Nah kita yang tinggal yang susah,” cakapnya.

Esa yakin umat tidak akan terprovokasi dan tidak akan ikut-ikutan. “Lagian saya ga yakin ummat akan terprovokasi lagi, wong juga siapa yang akan ikut? Yang bayar? Partai? Caleg? Mereka juga kemaren sudah habis-habisan buat money politiks-nya. Walaupun di Sumbar basisnya Prabowo, tapi saya berani jamin, orang yang kemaren katanya waras dan cerdas itu akan hilang cerdasnya. Ga berani lagi deh koar-koar mereka cerdas bela Prabowo. Kita lihat saja,” tukuknya.(red)

LEAVE A REPLY