Ketua DPRD Pasaman Menyayangkan Pernyataan Kadis Sosial Pasaman

3607

PadangTIME.com – Ketua DPRD Pasaman, Yasri sangat menyayangkan pernyataan Kepala Dinas (Kadis) Sosial Pasaman yang menyatakan banjir di Rao Selatan hanya banjir kecil.  Lahan pertanian dan kolam ikan warga habis dihantam banjir termasuk jembatan gantung ludes. Apakah ini masih banjir kecil dan sebentar,” kata Ketua DPRD Pasaman, Yasri kepada wartawan di lokasi bencana, Kamis (11/10)

Yasri, mengatakan  harusnya Dinas Sosial Pasaman profesional dalam mengumpulkan data warga yang terdampak banjir. Dan jangan hanya mengatakan banjir ini hanya sebentar dan kecil.

Selain itu, tim Dinas Sosial Pasaman kalau memang ada turun ke lokasi bencana seharusnya koordinasi dengan Pemerintah Nagari yang terdampak banjir. Tanyakan berapa rumah warga yang terdampak banjir dan apa kebutuhan warga.

“Kalau memang begitu, berarti Dinas Sosial tidak sesuai lagi dengan fungsinya. Tanyalah sama jorong dan walinagari berapa warga yang terdampak banjir ini,” tegasnya berulang kali.

Wali Nagari Lubuk Layang, Ermin mengatakan, sejak banjir dua hari lalu hingga siang tadi, sebelum kunjungan bupati tidak ada pihak BPBD Pasaman yang datang ke kantor wali nagari melakukan pendataan.

Data yang ia himpun dari delapan kerojongan ada sekitar 500 unit rumah warga terendam di delapan Kejorongan di Nagari Lubuk Layang Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman-Sumbar sejak Selasa 9 Oktober 2018 tengah malam. Dan kalau dihitung ada sekitar 2000 warga yang membutuhkan bantuan sebako.

Data sementara kerugian akibat banjir diperkirakan sekitar Rp2 miliar. Kerugian terbesar terdapat pada hanyutnya lahan pertanian baik sawah maupun perkebunan jagung. Kemudian kolam ikan warga juga banyak yang hanyut. Hingga saat ini masih ada rumah warga yang terendam banjir.

Dijelaskan Ermin, delapan kejorongan yang terdampak banjir tersebut adalah Jorong Lubuk Layang, Jorong Tanjung Beriang, Jorong Padang Nuna, Jorong Kubur. Kemudian, Jorong Curanting, Jorong Tanjung Air, Jorong Kampung Tuen dan Jorong Simpang Empat.

Menurut Wali Nagari, sejak terjadi banjir hingga saat ini belum ada pihak BPBD Pasaman yang melakukan pendataan ke Nagarinya. Buktinya, pihak BPBD Pasaman tidak pernah meminta data atau berkoordinasi ke kantor wali nagari.

Data sementara yang dihimpun Pemerintah Nagari Lubuk Layang kerugian akibat banjir sekitar Rp2 miliar lebih. Kerugian itu terdapat pada sawah warga terendam sekitar 150 hektar dan sebagian besar gagal panen, kolam ikan warga sekitar 300 buah (rilis)

 

LEAVE A REPLY