Ketua DPRD Pasaman Ikuti Dialog dengan Pelajar se Kecamatan Lubuksikaping

2160

PadangTIME.com – Ketua DPRD Pasaman , Yasri ikuti  berdialog  dengan Puluhan pelajar tingkat SMP, SMA sederajat se Kecamatan Lubuksikaping, Kabupaten Pasaman. Acara dialog interaktif Jaksa Menyapa, bersama Bupati Pasaman, Yusuf Lubis, Ketua DPRD, Yasri dan Kajari Pasaman, Adhryansah, Selasa (30/10).

Dialog interaktif ini merupakan kerjasama pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasaman dengan RRI Bukittinggi. Dialog yang dipandu oleh Darwita Roza ini mengusung tema permasalahan kenakalan remaja dan penanganannya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pasaman, Adhryansah mengatakan, kegiatan jaksa menyapa diselenggarakan di Lubuksikaping, supaya dapat menyentuh langsung masyarakat di daerah itu.

“Dialog interaktif Jaksa Menyapa ini adalah acara ke empat, dan pertama kali diadakan di Pasaman. Ini upaya kita untuk mencegah kenakalan remaja di Pasaman,” katanya.

Dikatakan, selain penanganan secara refresif, Kejaksaan sebagai aparat penegak hukum juga melakukan upaya preentive (pencegahan) untuk menghindari terjadinya pelanggaran hukum.

“Berbagai upaya pencegahan sudah kami laksanakan. Kami punya program tahunan, bernama Jaksa masuk sekolah. Mulai dari SD sampai SLTA. Hal ini, kami lakukan secara gradual sejak 2016. Kami, para Jaksa juga menjadi Inpekstur upacara disetiap sekolah,” katanya.

Ia berharap, dengan berbagai upaya tersebut, para remaja di wilayah itu dapat terhindar dari permasalahan hukum. Serta paham dengan aturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita berharap remaja atau pelajar dapat mematuhi perundang-undangan yang berlaku. Tugas remaja itu belajar dan belajar dengan tekun. Dengan tekad itu, membuat remaja kita menjadi bibit yang unggul,” ujarnya.

Sementara Bupati Pasaman, Yusuf Lubis menyambut baik diadakannya kegiatan dialog interaktif Jaksa Menyapa di daerah itu, karena akan menambah pengetahuan masyarakat dan pelajar di daerah itu.

“Seiring diadakannya kegiatan ini, remaja, sebagai generasi penerus bangsa diharapkan dapat terhindar dari kenakalan remaja dan perbuatan asusila lain. Remaja di Pasaman harus terhindar dari perbuatan buruk, seperti balap liar, narkoba dan lainnya,” katanya.

Kepada para orang tua, Yusuf Lubis mengimbau agar lebih ketat melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya, agar terhindar dari kenakalan remaja. Pemda Pasaman, kata dia, telah menerbitkan Perda Nomor 12 tahun 2016 tentang keamanan dan ketertiban umum, di dalamnya mengatur tentang penanganan kenakalan remaja.

“Di Pasaman, pelaku kenakalan ini umumnya dilakukan oleh remaja yang putus sekolah serta berlatar belakang dari keluarga miskin. Untuk itu, kepada Orang Tua, mari jaga anaknya, awasi agar tidak terjerumus kepada hal-hal negatif,” katanya.

Menurut Ketua Yasri, remaja harus lebih diarahkan kearah yang lebih baik. Sebab remaja adalah potensi bangsa. Jika tidak demikian, Yasri menyakini remaja ini akan terjerumus kepada hal-hal negatif.

“Remaja ini adalah masa transisi dan tengah mencari jati diri. Dikatakan anak-anak tidak lagi, dikatakan dewasa belum. Sehingga mereka rentan terhadap hal-hal negatif,” katanya. (red)

LEAVE A REPLY