sponsor

Padang.TIME.com  Federasi Umum Serikat Pekerja Palestina (PGFTU) kemarin memperingatkan bahwa tingkat kemiskinan di Jalur Gaza telah melebihi 80 persen. seperti dilansir dari Midle East Monitor, Sabtu, (19/1/2019).

Federasi memperingatkan bahwa tingkat kemiskinan dan pengangguran telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya di Jalur Gaza, dengan angka kemiskinan melebihi 80 persen. Sementara itu, tingkat pengangguran telah mencapai lebih dari 54,9 persen di wilayah yang dikepung , yang keduanya merupakan indikator serius dari situasi ekonomi yang memburuk di Gaza.

Jumlah orang yang menganggur telah mencapai lebih dari 295.000 selama tahun 2018, jelasnya.

Federasi menambahkan bahwa pekerja Palestina di Gaza telah hidup dalam kondisi bencana selama lebih dari 12 tahun sejak Israel memulai pengepungannya di Jalur Gaza, menyebabkan kehancuran besar-besaran di sektor ekonomi, infrastruktur dan berkontribusi pada ketidak mampuan pemerintah untuk memikul tanggung jawabnya terhadap Israel. Jalur Gaza.

PGFTU meminta Otoritas Palestina (PA) untuk mencabut sanksi yang dijatuhkan pada Jalur Gaza dan memberikan bantuan darurat dan proyek-proyek pembangunan untuk mengurangi penderitaan pekerja Palestina.

Federasi itu juga mengimbau masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawabnya terhadap wilayah yang dikepung dan juga membuka kembali penyeberangan di Mesir untuk perbatasan Rafah yang memungkinkan masuknya bahan-bahan dasar ke Jalur Gaza.

Balang

LEAVE A REPLY