Irwan Prayitno Anak harus Diterapkan Pendididkan Karakter dari Usia Dini

25

PadangTIME.com – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mengatakan, pendidikan karakter usia dini merupakan hal yang penting. Menurutnya, bayi yang baru lahir memiliki potensi kebenaran, kejujuran, kecerdasan, dan ketaatan adalah fitrah.

Memang ada terori barat yang menyatakan bayi baru lahir ibarat kertas putih, tergantung siapa yang membentuknya untuk jadi apa.
Istilah kertas putih dapat dimaknai dengan sosok yang suci dan bersih akan tetapi siapa yang membentuk akan jadi apa itu yang tidak tepat, karena dalam islam bayi baru lahir memilik fitrah diri ketuhanan, keyakinan adanya Allah yang Maha Pencipta,” kata Irwan pada acara Seminar Membangun Karakter Sumber Daya Manusia Sejak Dini Indonesia Hebat, dalam peringatan 73 tahun Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) di Bukittinggi, Jumat (7/9).

Lebih lanjut, Irwan mengatakan, orang tua, keluarga dan lingkungan hanya berupaya membentuk karakter anak seperti sebuah pohon yang masih kecil apakah ingin batang jadi lurus dan tinggi, bercabang atau berkelok-kelok. Pendidian karakter inilah yang menjadikan seseorang itu seperti apa di masadepannya.

Gubernur Irwan Prayitno juga menyampaikan, jika disaat remaja usia 13 tahun, dewasa dan sudah tua, maka akan sulit untuk membentuk dan memperbaiki karakter anak, sebab karakter anak sudah menjadi kebiasaan.

Ia mencontohkan, seseorang yang perokok susah merubah kebiasaan untuk tidak merokok lagi. Seorang yang suka main diwarung agar bisa datang ke masjid susah merubah kebiasaan itu walaupun bisa berubah tetapi susah .

“Orang yang tidak pernah diajari mengaji tidak akan bisa disuruh mengaji, karena dimasa usia dini tidak pernah disuruh untuk mengaji. Karena itu, pendidikan karakter mesti menjadi bagian dari pola setiap orang tua bapak dan ibunya, keluarganya, dan lingkungan tempat tinggalnya,” terang Irwan Prayitno.

Anggota Dewan Pengawas LPP RRI, Hasto Kuncoro dalam kesempatan itu menyampaikan, diusia RRI ke 73, RRI ingin berperan peduli dalam membangun karakter manusia Indonesia hebat.

Hasto mengatakan, pendidikan karakter amat penting menjadi fokus dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Dimana di beberapa kejadian saya melihat masyarakat kita mulai merupakan hal yang penting dalam hidup. Seperti taat aturan, disiplin diri, serta menghargai nilai-nilai norma yang ada termasuk nilai-nilai nasionalisme. Kita miris di Jawa Tengah ada seorang guru SD yang melarang anak muridnya menghormati bendera kebangsaannya merah putih . Apa dia tidak tahu betapa merah putih berkibar itu merupakan perjuangan para suhada, tetes keringat, darah dan air mata,” ungkapnya

Ia berharap, Indonesia juga dapat tumbuh subur, karena budaya ketimuran kita cukup baik dalam mempersatukan bangsa ini.

“Pendidikan karakter akan menjadi siaran khusus RRI untuk mewujudkan anak-anak Indonesia yang berkarakter dan berjiwa nasionalis kepada bangsa dan negaranya,” ujarnya.

Seminar Membangun Karakter SDM sejak dini dalam rangka peringatan HUT RRI yang ke 73 ini dihadari oleh 325 orang guru-guru TK dan Paud se Kota Bukittinggi. Dan juga tampil sebagai nara sumber Ny. Nevi Irwan Prayitno dan Dr. Rahmi Yetti, S.PA.(rilis)

LEAVE A REPLY