Padang TIME.com-Pria berusia 44 tahun ini menolak hadiah sebesar USD1 miliar setelah berhasil memecahkan teka-teki matematika yang paling sulit pria Rusia yang tinggal seperti petapa ini berhasil memecahkan teka-teki Poincare Conjecture

“Saya tidak tertarik dengan uang atau ketenaran. Saya tidak mau dijadikan pajangan layaknya hewan di kebun binatang. Saya bukan pahlawan matematika. Oleh karena itu, saya tidak ingin semua orang memandang saya,”

Vera Petrovna, salah satu tetangganya, berujar bahwa ia pernah melihat di flat-nya hanya memiliki sebuah meja, bangku kecil, dan sebuah tempat tidur dengan kasur kumal, itu pun berasal dari pemilik sebelumnya.

Poincare Conjecture adalah teka-teki yang telah berusia 100 tahun, dan teka-teki itu nantinya bisa membantu menjabarkan bentuk alam semesta.

Alasannya, Grigory Perelman dinilai berhasil memecahkan sebuah soal matematika paling rumit, Poincare Conjecture. Namun, belum jelas apakah Perelman bersedia menerima penghargaan itu atau tidak.

Sebuah yayasan amal di St Petersburgh, kota asal Perelman, mendesak sang ahli matematika itu untuk menerima hadiah tersebut dan menyumbangkannya ke yayasan itu.

Dalam sebuah surat terbuka di situs resminya, yayasan amal The Warm Home memohon Perelman untuk menerima hadiah yang disediakan US Clay Mathematics Institute Millenium Prize itu ke yayasan-yayasan amal Rusia.

Yayasan ini mengatakan Perelman sudah pernah menolak untuk menerima penghargaan Field Medal tahun 2006, yang merupakan hadiah tertinggi bagi ilmuwan matematika dunia.

LEAVE A REPLY