Hoyak Tabuik Piaman Akan Masuk Wonderful of Indonesia

514
sponsor

Pariaman – Hujan lebat yang mengguyur Pantai Gandoriah tidak menjadi halangan bagi pengunjung untuk menyaksikan acara puncak Hoyak Tabuik Piaman tahun 2018, Minggu (23/9). Puncak Hoyak Tabuik tentunya saat kedua tabuik dibuang ke laut menjelang magrib.

Meski diguyur hujan lebat, wisatawan tetap semangat menyaksikan prosesi Tabuik dibuang ke laut. Foto: Phaik

Pengunjung mulai ramai sejak pagi hari saat Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang melalui proses “Naik Pangkek”. Pengunjung yang berjumlah ratusan ribu orang ini tetap bertahan hingga prosesi akhir: pembuangan Tabuik ke laut.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dan sejumlah pejabat masuki pentas utama di Pantai Gandoriah. Foto: Phaik

Kesenian musik dan tari kolosal yang ditampilkan panitia acara sangat menghibur pengunjung dan tamu undangan. Suara gendang tassa saling bersahutan, mengiringi gerak tarian yang diperagakan anak nagari Pariaman.

Reni Mukhlis dan istri walikota dan wakil walikota Pariaman terpilih Lucy Genius dan Indriati Mardison. Foto: Phaik

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengatakan pesta budaya Tabuik tahun ini menjadi acara perpisahan bagi dirinya sebagai Walikota Pariaman. Setelah selesai melaksanakan jabatan, ia akan tetap akan menyaksikan pesta budaya Tabuik.

Jangan lupakan jasa “pasukan kuning” dalam membersihkan sampah sambil berjalan saat Hoyak Tabuik Piaman. Foto: Junaidi

Menjadi Walikota Pariaman selama 10 tahun, kata Mukhlis, berbagai perkembangan pada penyelengaraan pesta budaya Tabuik. Jika dahulu biaya penyelenggaraan Tabuik bersumber dari sumbangan masyarakat ranah dan rantau, namun sepuluh tahun terakhir penyelenggaraan pesta budaya Tabuik didukung dana APBD Kota Pariaman.

Yang paling mencolok adalah pembuatan Tabuik. Pembuatan Tabuik selalu berpindah tempat, namun selama beberapa tahun terakhir pembuatan tabuik dilakukan di tempat permanen yakni rumah Tabuik.

“Banyak perubahan selama 10 tahun dalam penyelenggaran Tabuik. Awalnya tempat pembuatan Tabuik selalu berpindah-pindah, namun sejak adanya rumah Tabuik, pembuatan Tabuik dilakukan di tempat permanen,” ujarnya.

Ditambahkanya, beberapa tahun terakhir kunjungan wisatawan ke Pariaman terus mengalami peningkatan. Di tahun 2017 saja, 3 juta wisatawan telah datang ke Kota Pariaman. Ramainya wisatawan ke Kota Pariaman hampir tidak hanya pada saat menyaksikan pesta budaya Tabuik saja. Hampir tiap hari, objek wisata Pariaman yang beragam ramai dikunjungi wisatawan.

“Bukan hanya saat batabuik saja ramainya di hari biasa wisatawan juga ramai,” ujarnya.

Mendukung perkembangan sektor wisata Kota Pariaman, Pemko Pariaman telah membangun fasilitas, sarana dan prasarana pendukung di objek wisata. Ia berharap, fasilitas yang telah ada dirawat masyarakat. Selain itu, perilaku masyarakat sadar wisata juga harus ditumbuhkembangkan agar wisata Kota Pariaman terus berkembang.

“Kita harapkan tidak ada fasilitas yang disalahfungsikan masyarakat. Jika itu taman jadikan taman bukan tempat berjualan,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Oni Yulfian mengatakan bahwa pesta budaya Tabuik akan masuk dalam daftar iven kalender wisata nasional Indonesia sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat. Diprediksi kunjungan wisatawan dalam kegiatan Tabuik akan meningkat drastis. Tidak hanya itu, penyelenggaraan akan semakin optimal karena dikurasi oleh tenaga profesional.

“Dengan masuknya pesta budaya tabuik dalam Wonderful Of Indonesia, promosi akan lebih luas. Kunjungan akan jauh meningkat karena sudah menjadi iven nasional,” kata dia.

Oni menganggap Kota Pariaman merupakan daerah yang beruntung. Selain memiliki keindahan alam dan budaya, dekatnya jarak Kota Pariaman dengan Bandara Internasional Minangkabau merupakan pendorong peningkatkan kunjungan wisatawan.

“Salah satu faktor penting wisata adalah akses dengan bandara. Kota Pariaman sangat dekat dengan gerbang itu,” pungkasnya.

Dengan dibuangnya kedua Tabuik Piaman ke laut, dengan resmi rangkaian pesta budaya Tabuik tahun 2018 yang digelar sejak 11 September 2018 ini selesai dilaksanakan. (

Meski diguyur hujan lebat, wisatawan tetap semangat menyaksikan prosesi Tabuik dibuang ke laut. Foto: Phaik

Pengunjung mulai ramai sejak pagi hari saat Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang melalui proses “Naik Pangkek”. Pengunjung yang berjumlah ratusan ribu orang ini tetap bertahan hingga prosesi akhir: pembuangan Tabuik ke laut.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dan sejumlah pejabat masuki pentas utama di Pantai Gandoriah. Foto: Phaik

Kesenian musik dan tari kolosal yang ditampilkan panitia acara sangat menghibur pengunjung dan tamu undangan. Suara gendang tassa saling bersahutan, mengiringi gerak tarian yang diperagakan anak nagari Pariaman.

Reni Mukhlis dan istri walikota dan wakil walikota Pariaman terpilih Lucy Genius dan Indriati Mardison. Foto: Phaik

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengatakan pesta budaya Tabuik tahun ini menjadi acara perpisahan bagi dirinya sebagai Walikota Pariaman. Setelah selesai melaksanakan jabatan, ia akan tetap akan menyaksikan pesta budaya Tabuik.

Jangan lupakan jasa “pasukan kuning” dalam membersihkan sampah sambil berjalan saat Hoyak Tabuik Piaman. Foto: Junaidi

Menjadi Walikota Pariaman selama 10 tahun, kata Mukhlis, berbagai perkembangan pada penyelengaraan pesta budaya Tabuik. Jika dahulu biaya penyelenggaraan Tabuik bersumber dari sumbangan masyarakat ranah dan rantau, namun sepuluh tahun terakhir penyelenggaraan pesta budaya Tabuik didukung dana APBD Kota Pariaman.

Yang paling mencolok adalah pembuatan Tabuik. Pembuatan Tabuik selalu berpindah tempat, namun selama beberapa tahun terakhir pembuatan tabuik dilakukan di tempat permanen yakni rumah Tabuik.

“Banyak perubahan selama 10 tahun dalam penyelenggaran Tabuik. Awalnya tempat pembuatan Tabuik selalu berpindah-pindah, namun sejak adanya rumah Tabuik, pembuatan Tabuik dilakukan di tempat permanen,” ujarnya.

Ditambahkanya, beberapa tahun terakhir kunjungan wisatawan ke Pariaman terus mengalami peningkatan. Di tahun 2017 saja, 3 juta wisatawan telah datang ke Kota Pariaman. Ramainya wisatawan ke Kota Pariaman hampir tidak hanya pada saat menyaksikan pesta budaya Tabuik saja. Hampir tiap hari, objek wisata Pariaman yang beragam ramai dikunjungi wisatawan.

“Bukan hanya saat batabuik saja ramainya di hari biasa wisatawan juga ramai,” ujarnya.

Mendukung perkembangan sektor wisata Kota Pariaman, Pemko Pariaman telah membangun fasilitas, sarana dan prasarana pendukung di objek wisata. Ia berharap, fasilitas yang telah ada dirawat masyarakat. Selain itu, perilaku masyarakat sadar wisata juga harus ditumbuhkembangkan agar wisata Kota Pariaman terus berkembang.

“Kita harapkan tidak ada fasilitas yang disalahfungsikan masyarakat. Jika itu taman jadikan taman bukan tempat berjualan,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Oni Yulfian mengatakan bahwa pesta budaya Tabuik akan masuk dalam daftar iven kalender wisata nasional Indonesia sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat. Diprediksi kunjungan wisatawan dalam kegiatan Tabuik akan meningkat drastis. Tidak hanya itu, penyelenggaraan akan semakin optimal karena dikurasi oleh tenaga profesional.

“Dengan masuknya pesta budaya tabuik dalam Wonderful Of Indonesia, promosi akan lebih luas. Kunjungan akan jauh meningkat karena sudah menjadi iven nasional,” kata dia.

Oni menganggap Kota Pariaman merupakan daerah yang beruntung. Selain memiliki keindahan alam dan budaya, dekatnya jarak Kota Pariaman dengan Bandara Internasional Minangkabau merupakan pendorong peningkatkan kunjungan wisatawan.

“Salah satu faktor penting wisata adalah akses dengan bandara. Kota Pariaman sangat dekat dengan gerbang itu,” pungkasnya.

Dengan dibuangnya kedua Tabuik Piaman ke laut, dengan resmi rangkaian pesta budaya Tabuik tahun 2018 yang digelar sejak 11 September 2018 ini selesai dilaksanakan. (03)

Balang

LEAVE A REPLY