Padang TIME.com-PT Pertamina (Persero) menurunkan harga Pertamax Cs di kisaran Rp 200 per liter. Jumlah penurunan ini mungkin dinilai rendah bagi sebagian masyarakat.
Lantas, apakah Pertamina bisa menurunkan harga Pertamax Cs lagi?

Manager External Communication Pertamina Arya Dwi Paramita mengungkapkan penurunan harga tersebut harus dilihat dari dua faktor, yakni harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
“(Jadi) Tergantung, kalau memang misalnya penyesuaian harga crude lagi, nanti kita evaluasi lagi,” kata Arya kepada detikFinance, Jakarta, Sabtu (5/1/2018).

Arya mengatakan, pihaknya akan selalu mengevaluasi perubahan harga minyak mentah dunia. Hal itu dilakukan dengan jangka waktu berkala.
“Karena kan gini, naik turunnya crude itu kan terjadinya harian ya, nanti kan dirata-rata ya. Nah itu dilihat dulu, biasanya dievaluasi sama tim kita di internal,” katanya.

“(Misal) Ini penurunannya akan bertahan berapa lama itu ada prediksinya. Terus kemudian ini udah bisa aman, ini udah bisa turunkan harga, entar (baru) diturunkan,” sambungnya.
Dia bilang, evaluasi dan penyesuaian harga itu tak hanya dilakukan saat harga minyak mentah dunia sedang turun, tapi juga saat mengalami kenaikan.

“Jadi mungkin yang perlu diedukasi ialah bahwa jenis bahan bakar umum yaitu, Pertalite, Pertamax, Turbo, Dex, Dexlite, itu adalah kelompok BBM yang fluktuatif terpengaruh dengan perubahan harga minyak mentah dan nilai tukar. Jadi bisa berubah atas hasil evaluasi yang menyatakan itu bisa disesuaikan,” jelasnya.

LEAVE A REPLY