Hampir 17.000 warga Palu mengungsi akibat gempa dan tsunami

486

PadangTIME.com – JAKARTA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, sampai Sabtu sore (29/9) pukul 16:00, jumlah pengungsi di Kota Palu diperkirakan mencapai 16.732 orang yang terbagi di 24 titik. Sebagian lainnya dievakuasi ke daerah Makassar.

Jumlah korban jiwa di Palu sejauh ini tercatat 384 orang. Sedangkan ada 29 orang dilaporkan hilang dan 540 orang mengalami luka berat. Sementara itu, ribuan rumah rusak.

BNPB memperkirakan jumlah korban terus bertambah karena proses pencarian terus dilakukan.

Sampai pukul 15:00 hari ini, tercatat ada gempa susulan 131 kali di Donggala. Sebanyak 5 di antaranya dirasakan guncangannya.

Berbagai kebutuhan dibutuhkan untuk para pengungsi. Antara lain bahan bakar minyak, air minum, obat-obatan dan tenaga medis, tenda pengungsi, bahan makanan, alat penerangan, genset, serta dapur umum.

Selain itu, pengungsi juga membutuhkan tenda, terpal, selimut, veltbed, makanan siap saji, makanan bayi dan anak, air bersih, dan hunian sementara.

Berdasarkan keterangan yang didapat BNPB sore ini, Presiden Joko Widodo akan terbang ke Palu besok, Minggu (30/9). Para penumpang yang tertahan di Bandara Palu Mutiara Sis Al Jufri mulai dievakuasi ke Makassar, menggunakan pesawat milik TNI dan tiba di Lanud Hasanuddin, Makassar, sore tadi.

Layanan komunikasi yang bisa digunakan di wilayah Palu adalah XL. Layanan komunikasi
Telkomsel juga berangsur pulih dan diprioritaskan bagi pemerintah dan instansi di Toli-toli, Poso, dan Luwuk.

Sementara itu, Kementerian PUPR fokus untuk memperbaiki infrastruktur jalan, jembatan dan tanggul. Pengerahan alat berat, dan ketersediaan air bersih dan sanitasi.

Balang

LEAVE A REPLY

44 − = 38