Padang TIME.com-Arab Saudi   termasu  negara ketiga terbesar dalam hal pelaksanaan hukuman mati, di bawah China dan  Korea Utara . Oleh karenanya, Arab Saudi membutuhkan orang-orang yang mampu melaksanakan hukuman mati, yang siap secara batin dan lahir. Hukuman pancung menggunakan pedang adalah teknis yang sah digunakan dalam tata hukum di negara ini.

Setidaknya dibutuhkan kualifikasi khusus bagi calon Algojo yang ingin masuk ke dalam lembaga hukum Arab Saudi. Tugas utamanya adalah melaksanakan hukuman mati dan amputasi pada pelaku kejahatan yang lebih kecil.  Arab Saudi sempat membuka lowongan pekerjaan untuk Algojo hukuman mati, setidaknya 800 orang berminat mendaftar sebagai Algojo.

Lantas dengan tingkat pendaftar yang tinggi tersebut,   seberapa besar sih gaji seorang Algojo di Arab Saudi?   pekerjaan Algojo masuk ke dalam lembaga religious functionaries mereka yang terpilih sebagai Algojo akan mendapatkan gaji setingkat gaji terendah PNS-nya Arab Saudi.

Jadi memang tidak terlalu menggiurkan menjadi Algojo di Arab Saudi, tetapi serendah-rendahnya gaji di lembaga pemerintahan Arab, tentu saja sudah termasuk tinggi jika dikonversikan ke rupiah, bukan? Dengan tanggungjawab tinggi untuk memastikan kematian para calon terhukum mati, pekerjaan ini memerlukan kesiapan matang, baik dari segi rohani, fisik, dan skill memedang.

Namun Anda jangan menganggap mudah melaksanakan hukuman mati dengan “mengayunkan” pedang ke leher para terhukum mati. Setidaknya Algojo harus paham bagaimana cara berdiri yang pas di samping orang yang bakal dieksekusi, bagaimana cara memegang pedangnya, bagaimana cara mengambil tebasan yang pas di area leher belakang si terhukum mati. Semua itu perlu keahlian yang tidak sembarangan, tidak sesederhana menebas batang pohon pisang.(milenialsehat.com)

LEAVE A REPLY