Fraksi Di DPRD Sumbar Harus Jeli Melihat Potensi Penerimaan Darah

39

PadangTIME.com – Paripurna Penyampaian Pandangan Umum oleh Fraksi -fraksi di DPRD  Sumbar yang dibuka  wakil Ketua DPRD Sumbar Arkadius Dt Intan Bano mengatakan bahwa fraksi fraksi harus jeli  melihat potensi -potensi penerimaan daerah yang bisa ditingkatkan  sehingga dapat meningkatkan  tambahan anggaran  yang bisa digunakan  dalam pembahasan Ranperda tahun 2019 dan Ranperda Perubahan APBD  tahun 2018.

Pada Paripurana  Penyampaian Pandangan Umum Kamis (13/9) Arkadius juga menyampaikan tugas dan fungsi fraksi dapat melihat dan memberikan  masukan  yang kontruktif  terhadap ke 2 Ranperda APBD dengan memperhatikan aspirasi yang disampaikan melalui fraksi fraksi.

Pada kesempatan ini Fraksi Golkar dalam pandangan umum yang dibacakan Sitti Izzati Aziz menyampaikan terkait Rancangan APBD perubahan tahun 2018 dan Rancangan APBD tahun 2019.

“Pemprov harus memberikan prioritas terhadap beberapa ruas jalan provinsi yang kondisinya sangat parah,” kata Sitti.

Sitti menyebutkan, prioritas pembangunan jalan dengan kondisi sangat parah tersebut sesuai dengan yang telah dijanjikan gubernur dan wakil gubernur. Dia mengapresiasi alokasi belanja langsung yang dialokasikan cukup besar dalam RAPBD tahun 2019.

“Pembangunan fisik sarana infrastruktur tentunya sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk menggenjot perekonomian masyarakat,” lanjutnya.

Sebelumnya, pemerintah provinsi telah mengajukan rancangan perubahan APBD tahun 2018 dan rancangan APBD tahun 2019 ke DPRD. RAPBD tahun 2019 diajukan pada 4 September 2018 lalu sedangkan rancangan perubahan APBD 2018 diajukan kemarin (12/9).

Pemprov mengajukan total RAPBD tahun 2019 sekitar Rp6,521 triliun. Pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp6,271 triliun dan belanja daerah sebesar Rp6,501 triliun.Sedangkan rancangan perubahan APBD tahun 2018 adalah sekitar Rp6,988 triliun. Pendapatan daerah pada APBD awal adalah sebesar Rp6,432 triliun naik menjadi Rp6,457 triliun. Sedangkan belanja daerah naik dari Rp6,642 triliun lebih menjadi Rp6,904 triliun lebih. (tn)

LEAVE A REPLY