Sawahlunto International Songket Silungkang Carnaval Sebagai Ajang Promosi Wisata

2549
sponsor

PadangTIME.com Sawahlunto International Songket Silungkang Carnaval (SISSCA) Tahun 2019 yang disaksikan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, penyelenggaraan Sawahlunto International Songket Silungkang Carnaval (SISSCA) pada Minggu 08 September 2019 di kawasan Pasar Remaja Sawahlunto berlangsung meriah. Warna – warni keberagaman desain Songket Silungkang ditampilkan oleh lebih dari 100 tim, termasuk tim dari para ‘bule’ mahasiswa asing dari Unand dan tim dari negara tetangga Malaysia.

Dilaksanakan untuk ke – 5 kalinya, iven SISSCA mendapat pujian dari Mendikbud Muhadjir Effendy, dikatakan dia bahwa SISSCA ini merupakan kreatifitas Sawahlunto dalam memberikan nilai tambah atau branding pada Songket Silungkang.

“Era industri 4.0 sekarang ini kita dalam kompetisi yang sangat menantang, maka setiap produk yang ditawarkan ke pasar harus ada branding, harus ada unique selling – nya, sehingga butuh daya kreatif dan inovatif dalam mengelola itu. Saya lihat, SISSCA ini termasuk dalam daya inovatif Sawahlunto untuk membranding dan mempromosikan Songket Silungkang. Bagus sekali, publik jadi tahu bahwa Songket Silungkang dari Sawahlunto ini selain kaya dengan sejarah dan budaya juga sangat indah sekali saat didesain sedemikian rupa dalam beragam pola busana,” kata Muhadjir Effendy, dalam sambutannya.

Dilanjutkan Muhadjir, memang harus seperti itulah daerah dalam melestarikan sekaligus menjual prospek kekayaan produk lokal. Jangan sampai produk lokal kalah bersaing karena tidak ada sentuhan kreatifitas dan inovasi.

“Songket Silungkang ternyata juga telah masuk dalam warisan budaya tak benda nasional. Ini semakin memperkuat unique selling yang dimilikinya. Sehingga sekarang, agar pemasaran Songket Silungkang ini bisa memberikan manfaat lebih besar bagi pengrajin/penenun maupun penjahit dan penjual di toko – toko, memang kerja keras Pemko Sawahlunto bersama masyarakat dalam meningkatkan prospek daya jual maupun promosi Songket Silungkang tersebut,” ujar Muhadjir.

Sebelum arak-arakan karnaval parade peserta SISSCA tersebut, Dirjen Merek Indikasi Geografis Kementerian Hukum dan HAM RI menyerahkan Sertifikat Indikasi Geografis untuk Songket Silungkang.

Sementara, Walikota Sawahlunto Deri Asta menyebutkan bahwa Songket Silungkang ini merupakan warisan mahakarya leluhur Silungkang yang terus dilestarikan sampai sekarang.

“Bagi kami, ini bukan sekedar kain biasa. Songket Silungkang punya nilai kekayaan sejarah dan budaya yang luar biasa. Kini, kami mengupayakan agar nilai potensi ekonomi Songket Silungkang ini juga semakin meningkat sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat penenun maupun penjual Songket Silungkang tersebut,” kata Deri.

Memanfaatkan kedatangan Mendikbud Muhadjir Effendy tersebut, Walikota Deri Asta juga menyampaikan harapan agar Mendikbud serta jajaran tamu nasional lainnya yang hadir dapat turut membantu mempromosikan Songket Silungkang.

“Kami merasa sangat senang dan terhormat, apabila pak Menteri dan tamu – tamu kita dari pusat ini membeli Songket Silungkang dan memakainya pada acara – acara di Jakarta nanti. Semoga dengan bantuan promosi dari bapak dan ibu itu, mimpi kami agar Songket Silungkang juga dipakai secara nasional seperti halnya batik dapat terwujud,” harap Walikota Deri Asta.

Untuk kegiatan karnaval SISSCA 2019 tersebut, tercatat ada sejumlah kategori, seperti ; umum dalam kota, umum luar kota dan pelajar SMP dan SMA dalam kota. Dengan total lebih dari 100 tim.

Kepala Dinas Kebudayaan, Permuseuman dan Peninggalan Bersejarah (DKP2B) Sawahlunto Halomoan mengatakan bahwa dalam setiap tim, umumnya terdiri dari 5 sampai 7 orang.

“Untuk kategori eksibisi, itu yang tadi dimeriahkan dengan tim dari mahasiswa asing di Unand, mereka dari berbagai negara, seperti ; Jepang, Korea, Thailand, Hamburgh dan lainnya. Kemudian juga ada tim dari negara tetangga kita, yakni Malaysia,” tambah Halomoan.

Kemudian, peserta paling ramai tentu saja dari dalam kota, dimana seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sampai Pemerintahan Desa (Pemdes) terlibat berpartisipasi.

Memeriahkan dan membantu promosi SISSCA, seperti tahun sebelumnya, juga digelar lomba foto dan lomba video. Dari data yang diperoleh, setidaknya sudah lebih dari 200 peserta yang mengikuti lomba foto dan video . Salah seorang peserta lomba vidio di Festival Songket Rovan Farliandana Mahasiswa Jurusan Manejem en Universitas Andalas Padang.

Kepada Padang Time. com mengaku lomba pembuatan Vidio yang digelar Pemko Sawahlunto sangat menarik sekali dalam mempromosikan Pariwisata di Kota Sawahlunto , apalagi banyak sekali objek wisata yang ada di Sawahlunto yang belum terjamah oleh wisatawan namun lokasinya sangat menarik sekali. (o3)

PadangTIME.com

Balang

LEAVE A REPLY